Politik
AHY: Generasi Muda Harus Berani Kritis

Agus Harimurti Yudhoyono. (Ist).
FAKTUAL-INDONESIA: Generasi muda Indonesia harus berani kritis dalam menyuarakan pendapat. Para generasi muda yang paling melek teknologi dapat berpikir sebelum berbicara dan berbagi informasi. Jangan sampai jadi bagian dari politik fitnah.
Penegasan ini disampaikan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/11/2021).
“Sebagai generasi muda, kita harus kritis, berani bersuara dan membuktikan dengan aksi nyata,” katanya.
Menurut AHY generasi muda yang berani mengeluarkan pendapat akan menjadi sosok pemimpin masa depan.
“Tumbuhkanlah jiwa kepemimpinan, dengan integritas, karakter yang unggul termasuk patriotisme, disiplin dan semangat pantang menyerah,” lanjut Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini.
Terkait politik di Indonesia, AHY mengingatkan ada tiga fenomena yang patut dicermati pada saat ini, yakni politik uang, politik identitas, dan post truth politics. “Perpecahan bangsa terlalu mahal harganya bagi kita,” ucapnya.
Lebih jauh AHY mengatakan, selama ini dirinya telah berkeliling nusantara dan berdialog dengan berbagai elemen masyarakat.
“Saya bertemu para tokoh masyarakat, para pemuka agama, dari para ulama di Aceh hingga Uskup Agung di Kupang. Mereka menitipkan pesan yang sama, mari kita bersama-sama merawat dan menjaga Pancasila,” kata AHY.
AHY menilai pancasila sudah teruji dalam sejarah, menjadi titik temu, titik lebur perbedaan di tengah kompleksitas serta cara pandang kebangsaan masyarakat Indonesia yang majemuk.
Pernyataan itu disampaikan AHY dalam webinar ‘Suara Pancasila’ yang digelar Dewan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat secara daring. Webinar itu diikuti ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah dan dibuka oleh Rektor UIN Prof. Dr. Amany Lubis. ***














