Ibu Kota
Program Vaksinasi Berjalan, Omset Bengkel Motor Adi Catat Rekor Pendapatan

Adi tengah memperbaiki motor pelanggannya. (Farhanzuhdi)
FAKTUALid – Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat bengkel sepeda motor mengalami penurunan omset. Tapi seiring program vaksinasi pemerintah menjadikan pendapatan bengkel motor yang beroperasi di Jl. Sajatdjo Tebet sedikit demi sedikit berangsur pulih.
Menurut Adi, bengkel motor besutannya memang mengalami penurunan omset pada saat awal pandemi. Namun dengan digulirkannya program vaksinasi oleh pemerintah, pendapatan bengkel pun berangsur mengalami peningkatan walau belum normal seperti sebelum pandemi.
“Awal pandemi mah omset turun banget, sampe bingung kita mau buka atau tutup aja,” kata Adi. “Habis selain sepi pelanggan, mau buka juga takut kena teguran dari Satpol PP. Kalau kena razia kan malah jadi ribet,” tambahnya.
Bengkel yang terletak di pinggir Jl, Dr Saharjo Tebet, Jakarta Selatan, mulai buka pukul 09.00 hingga 17.00. “Bengkel saya buka jam 9 pagi tutup jam 5 sore,” ucap Adi. “Kadang tutup agak malem tergantung pelanggan aja gimana, kalau masih ada perbaikan ya sampai malam,” kata Adi.
Dijelaskan Adi, pasang surut menjalani bisnis bengkel motor ini sudah banyak dialaminya. Dirinya menuturkan penurunan paling dratis dialami saat awal pandemi masuk Ibukota yang membuat lumpuh sektor ekonomi kala itu. Namun saat ini bengkelnya tersebut berangsur membaik bahkan mengalami kenaikan.
“Waduh pas awal pandemi mah turun jauh, kaget banget omset turun,” aku Adi. “Ya tapi lama kelamaan omset berangsur membaik sih. Alhamdulillah sekarang malah makin banyak,” tambahnya.
Adi memulai usaha bengkel sejak tahun 2012 dan memberanikan membuka bersama adiknya dengan menyewa ruko kecil. Bermodalkan tabungan seadanya ditambah uang pinjaman yang dicicilnya setiap bulannya cukup lumayan, dia bersam adiknya mulai merintis.
Adi menuturkan selama 9 tahun membuka bengkel, rekor omset tersebar terjadi pada bulan Mei 2021 kemarin. Pendapatan bulanan yang biasanya Rp 10 jutaan perbulan, pada bulan Mei tembus Rp 20 jutaan.
“Setelah lebaran alhamdulillah motor makin banyak yang dateng,” terang Adi. “Dan malah bulan mei lalu kita pecah rekor sampe Rp 20 juta, jumlah paling besar selama 9 tahun buka bengkel,” sambung Adi. (***)














