Olahraga
Prancis Terbuka: Berjuang 2 Jam Lebih, Priska Harus Akui Ketangguhan Vidmanova

Langkah bintang muda tenis putri Indonesia Priska Madelyn Nugroho terhenti
FAKTUALid – Mimpi bintang muda tenis putri Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, untuk melangkah lebih jauh pada turnamen tenis grand slam junior Prancis Terbuka terhenti. Meskipun sudah berjuang keras akhirnya Priska harus mengakui ketangguhan Darja Vidmanova (Rep Ceko).
Dalam penampilan perdananya di Prancis Terbuka 2021, Priska sudah harus terhenti. Petenis berusia 18 tahun itu takluk melalui pertandingan tiga set 4-6, 7-6 (12/10), 6-2 pada babak pertama , Senin (7/7/2021), di Lapangan 11 Roland Garros Paris, Prancis.
Priska yang menempati unggulan ke-15 terlebih dulu tertinggal 2-3 sesudah Vidmanova berhasil mematahkan servis di game kelima. Priska mencoba merespon dengan bermain lebih agresif pada game keenam saat Vidmanova servis. Ia sukses memmaksa Vidmanova kerja keras dengan terjadi enm kali deuce. Hanya sayang, game ini berhasil dipertahanakan Vidmnova untuk unggul 2-4.
Di game ketujuh, Priska yang tertinggal mencoba terus bangkit. Meski terus mendapatkan perlawanan sengit dari Vidmanova, tapi Priska masih mampu menahannya dengan menipiskan ketertinggalan 3-4. Ia berhasil mempertahankan servisnya di game ketujuh.
Justru Priska terlihat penuh semangat di game kedelapan menghadapi servis Vidmanova. Alhasil, dia mampu balik mematahkan servis Vidmanova untuk membuat kedudukan imbang 4-4.
Pada game kesembilan, Priska yang pegang servis langsung menerima tekanan. Ia langsung tertinggal 15-40, meski berusaha mengejar dengan menipiskan menjadi 30-40, hanya sayang lawan lebih percaya diri hingga kembali servis Priska patah. Priska pun tertinggal 4-5.
Di game kesepuluh dimana servis dipegang Vidmanova, Priska harus tertinggal 0-30. Dengan keuletan dan kesabaran Priska menyamakan kedudukan 30-30 dan bahkan balik unggul 30-40. Tapi lawan pun memberikan perjuangan yang gigih mengejr ketinggalan dan banhan berhasil mempertahankan servisnya untuk menutup set pertama dengan skot 4-6 dalam tempo 49 menit.
Memasuki set kedua, Priska langsung dikejutkan permainan lebih percaya diri dari Vidmanova. Ia langsung tertinggal 0-40 dan bahkan menyerah di game ini untuk membuat lawannya unggul 0-1.
Lawannya kian percaya diri, sebaliknya Priska sedikit grogi. Lawannya pun sukses mempertahankan servis untuk unggul 2-0
Tapi Srikandi muda Indonesia pun tak juga patah semangat. Priska terus meladeni permainan lawannya hingga kedudukan imbang 6-6 dan memaksa untuk tie break.
Priska sempat dihadapkan match poin ketika lawannya unggulan 9-10. Tapi dengan daya juang dan semangat pantang menyerah, Priska membalikan keadaan hingga merebut set kedua dengan tie break 7-6 (12/10).
Pada set ketiga penentuan, Priska tertinggal 0-3 sesudah lawannya mematahkan servisnya. Tapi ia tetap penuh semangat memberikan perlawanan walau terus tertinggal 1-4. Priska akhirnya harus mengakui ketangguhan lawannya dan menyerah 2-6. Priska menyerah sesudah bertanding dua jam 29 menit.
Kehilan Momentum
Pandemi Covid-19 yang menjalar hampir keseluruh negara di dunia, menyebabkan Priska terkena imbasnya karena harus melewatkan tahun 2020 tanpa bisa tampil di rangkaian kejuaraan tenis bergengsi Grand Slam dari AS Terbuka, Wimbledon dan Prancis Terbuka.
Priska harusnya bisa tampil di Main Draw (Babak Utama-red) Grand Slam Prancis Terbuka di level junior yang digelar di Rolland Garros Paris Perancis, 27 September – 11 Oktober 2020.
“Dibilang sayang, ya pasti sayang banget. Kejuaraan level junior Prancis Terbuka dan juga AS Terbuka yang baru berlangsung, harusnya saya bisa tampil di main draw. Tapi mau bilang apa lagi, kondisi semua negara akibat pandemi Covid-19 tidak menentu. Kesehatan tetap jadi yang utama,” kata Priska kala itu.
Menurut Priska, sebenarnya di Gand Slam AS Terbuka yang telah terlaksana dan Prancis Terbuka yang kala itu pelaksanaan dimundurkan, dirinya masuk main draw. “Ya tapi mau gimana lagi, aplikasi untuk mendapatkan visa ditutup.Jadi ya nggak mungkin kan maksa berangkat,” kenangnya saat itu.
Priska menyatakan masih akan tampil pada kategori tunggal dan ganda untuk kesempatan ajang grand slam berikutnya di Perancis, Wimbledon dan AS Terbuka. Bahkan dirinya berharap jika nanti “naik kelas” ke level senior, Priska juga menginginkan untuk dapat kompetitif menghadapi lawan-lawan tangguh di ajang turnamen grand slam. (***)














