Nasional
Peter Gontha: Selamatkan Garuda Indonesia !

Peter Gontha, Dewan Komisaris Garuda Indonesia. (Ist).
FAKTUALid – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia adalah perusahaan penerbangan kebanggaan bangsa Indonesia. Keberadaannya harus tetap dipertahankan, jangan sampai armadanya berdiam di parkian Bandara lantaran ‘sayap-sayap’ pendukungnya yang patah.
Kondisi Garuda saat ini boleh dibilang sangat miris. Perusahaan dililit utang sehingga untuk menghemat dana operasional sampai-sampai harus ada rencana merumahkan sejumlah besar karyawan.
Maka tak heran bila pengusaha yang juga Komisaris Garuda Indonesia Peter Gontha sangat prihatin melihatnya. Ia sedih melihat kondisi perusahan penerbangan plat merah yang tampak seperti hidup segan mati tak mau.
Kegelisahan Peter Gontha dituangkannya dalam akun media sosial Instagram dan Facebook miliknya. Di Medsos tersebut Peter kerap mengungkapkan kegundahan hatinya. Ia sempat membandingkan dengan perusahaan-perusahaan penerbangan swasta lainnya yang lolos dari krisis saat pandemi ini. Salah satunya ia menyebut Lion Air.
“Hebat Manjemen Lion Air Pilot digaji Rp14.000.000. Kalau terus mau kerja, kalau tidak dipersilahkan berhenti, Demikian juga Air Asia, Max Rp 30 juta. Untuk menyelamatkan perusahaan, untuk kepentingan yg lebih besar, agar perusahaan bisa jalan terus karena pegawai bukan hanya pilot. Memang perlu kepemimpinan yang tegas,” demikian bunyi tulisannya di FB miliknya, 18 Mei 2021 lalu.
Kemudian lantaran tak tahan dan mengaku suaranya tak didengarkan manajemen Garuda, Peter pun membeberkan bobrok Garuda di akun medsosnya IG dan FB pada 30 Mei 2021. Berikut ungkapan hati Peter Gonta di akun medsosnya:
“Maju Terus GARUDA INDONESIA!
Telah terjadi beraneka ragam Narasi mengenai GARUDA yg kita cintai antara lain:
* GARUDA AKAN DIBANGKRUTKAN,
* KARYAWAN TIDAK DIPERHATIKAN,
* AWAK PESAWAT AKAN DIBERHENTIKAN
* PENSIUN DINI.
* dsbnya dsbnya.
Semua merupakan asumsi yang tidak bertanggung jawab karena belum disetujui Dewan Komisaris maupun Pemegang saham.
Ada juga wacana yang disebarluaskan oleh orang tertentu di-instansi tertentu.
Ada yang mewacanakan CITILINK sebagai anak perusahaan dibeli oleh PENAS, melalui surat resmi, dan GARUDA dibubarkan saja.
“Siapa orangnya yang mewacanakan itu sementara tidak akan saya sebut,” tulisnya lagi.
Peter mengaku sebagai anggota dewan komisaris ia kaget kaget membaca surat-surat dan mendengar berita berita seperti itu. Namun, katanya, dapat dipastikan bahwa dia sebagai wakil pemegang saham publik (bukan independen) tidak setuju dengan narasi narasi dan ide ide tersebut.
Dengan tegas Peter mengatakan Garuda tidak boleh dibangkrutkan. Pemerintah bersama pemegang saham lain harus bisa menyelamatkan Garuda. Bagaimana pun, perusahaan pernerbangan ini memiliki sejarah panjang yang tak boleh dihapus dengan alasan apa pun.
Karenanya di samping kesalahan manajemen selama 20 tahun terakhir, ia meminta BPK, KPK, Kejaksaan, Kepolisian atau siapapun untuk melakukan audit forensik mengenai korupsi yang terjadi di GARUDA selama ini.
Sejumlah pertanyaan yang muncul dalam pikirannya adalah mengapa harga sewa pesawat GARUDA bisa hampir dua kali lebih mahal dari harga sewa penerbangan lain. Kemudian mengapa sampai terjadi pembelian pesawat pesawat yang salah dan tidak tepat untuk tujuannya.
Mengapa terjadi banyak hal yang tidak effisien di Garuda, dan masih banyak hal lainnya.
“Saya terpaksa, dengan risiko, menulis ini di MEDIA SOSIAL karena masih banyak opsi lain yang kami usulkan terutama untuk awak pesawat yang tidak didengar oleh pihak2 tertentu. Saya menulis ini, dengan risiko diminta berhenti dari jajaran Komisaris, tapi tidak apa, agar saya bisa lebih lagi membuka kesalahan yang di-‘sengaja’ maupun tidak disengaja diperusahaan yang kita cintai dan banggakan ini,” ungkap Peter. (Syawal)














