Ekonomi
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, BLT Disalurkan untuk Masyarakat Ikut Vaksin

Mantan Menkeu usul BLT diberikan ke masyarakat yang telah ikut vaksin
FAKTUALid – Indonesia bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi saat pandemi virus corona (Covid-19) salah satunya dengan terus meningkatkan vaksinasi masyarakat. Dalam mendorong peningkatan vaksinasi ini maka pemerintah mengucurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksin.
Ide tersebut dapat dijalankan menurut Ekonom Universitas Indonesia (UI) Chatib Basri hanya apabila pasokan vaksin tersedia guna mempercepat program vaksinasi untuk menekan penyebaran COVID-19.
Dengan demikian mobilitas masyarakat dapat berjalan, namun kasus COVID-19 juga dapat ditekan.
“Jadi kalau orang ingin dapat cash, dia harus vaksin. Dengan begitu prosesnya akan lebih cepat,” kata Chatib Basri saat menghadiri Dialog Ekonomi secara virtual, Kamis.
Mantan Menteri Keuangan itu menegaskan hal yang sangat penting untuk menggerakkan roda perekonomian adalah mobilitas masyarakat.
“Satu hal yang sangat penting saya kira adalah mengenai mobilitas. Kelihatan sekali ketika mobilitas dibuka dari April-Juni 2021 itu ekonominya bergerak. Nah, persoalannya adalah kita selalu ada di dalam dilema, karena mobilitas yang dibuka terlalu jauh ini juga memiliki risiko, mengenai invected cases yang naik,” kata Chatib Basri seperti dilansir antaranews.com.
Sehingga, hal itu akan kembali meningkatkan kasus COVID-19 yang berujung pada pengetatan kembali mobilitas masyarakat. Ia menarik kesimpulan bahwa vaksinasi akan memengaruhi pergerakan ekonomi.
Ia mengambil contoh di beberapa negara sebagai perbandingan, misalnya di Amerika Serikat, di mana negara bagian yang presentase vaksinasinya mencapai 50 persen, maka kinerja ekonominya berjalan dengan baik.
“Seperti di New York City, Massachusetts, Boston, itu kinerja ekonominya baik karena coverage dari vaksinnya itu sudah 50 persen. Tapi di Missouri yang vaksinasinya masih rendah, kinerja ekonominya agak sulit. Kita juga bisa lihat bahwa di AS, pemulihan ekonominya itu huruf V, juga yang terjadi di beberapa negara Eropa dan China,” ujar Chatib Basri.***














