Connect with us

Hukum

Green SM Sampaikan Duka, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi

Diterbitkan

pada

Taxi Green SM disinyalir jadi penyebab kecelakaan kereta Argo Bromo vs KRL.(Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Perusahaan taksi listrik Green SM kembali menyampaikan pernyataan resmi terkait kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Insiden yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026) itu menewaskan 16 orang dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka.

Dalam pernyataan terbarunya, Green SM menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban. “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban atas insiden di area Stasiun Bekasi Timur,” tulis perusahaan tersebut.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk tetap hadir dan membantu proses penanganan pascakejadian. “Kami berkomitmen untuk terus hadir serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam memastikan dukungan yang diperlukan dapat diberikan,” lanjut pernyataan tersebut.

Kecelakaan diduga bermula dari sebuah taksi listrik Green SM yang berhenti di perlintasan sebidang di Jalan Ampera, Bekasi Timur. Kendaraan tersebut dilaporkan mengalami gangguan teknis hingga tidak dapat bergerak saat berada di atas rel, sebelum akhirnya tertabrak kereta commuter line yang melintas.

Benturan tersebut memicu gangguan perjalanan kereta lain. Salah satu rangkaian commuter line yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur kemudian ditabrak oleh kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek, sehingga menyebabkan kecelakaan beruntun dengan dampak fatal.

Advertisement

Pihak kepolisian mengungkap dugaan awal penyebab insiden tersebut. Kepala Seksi Penegakan Hukum Subdirektorat Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, menyebut adanya kemungkinan gangguan kelistrikan pada kendaraan.

Ia menjelaskan, korsleting diduga terjadi saat kendaraan berada tepat di perlintasan rel, sehingga taksi tidak dapat bergerak dan akhirnya tertabrak kereta. Selain itu, diketahui bahwa palang pintu di lokasi merupakan fasilitas swadaya masyarakat.

Sementara itu, penyelidikan masih terus dilakukan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan pihaknya tengah mendalami kemungkinan adanya kelalaian maupun faktor teknis.

Sejumlah pihak akan diperiksa, termasuk masinis kereta Argo Bromo Anggrek dan petugas stasiun. Sopir taksi Green SM berinisial REP juga telah dimintai keterangan dan masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Bekasi Kota.

Hingga kini, aparat terus mengumpulkan bukti dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Pemerintah diharapkan dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca