News
Visitasi Destinasi Wisata Surabaya, Wamenpar Ni Luh: Siap Sambut Lonjakan Wisatawan Libur Nyepi – Lebaran

Wakil Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meninjau kesiapan sejumlah destinasi wisata di Surabaya menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026. (Kemenpar)
FAKTUAL INDONESIA: Setelah meninjau sejumlah destinasi wisata di Surabaya, Wakil Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyatakan kesiapan ibukota Provinsi Jawa Timur (Jatim) itu menyambut lonjakan wisatawan dalam libur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026.
Wamenpar Ni Luh Puspa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mempersiapkan layanan pariwisata selama masa libur panjang.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, PT Angkasa Pura Bandara Internasional Juanda, serta semua pihak yang telah terlibat. Mudah-mudahan liburan kali ini lebih baik dari tahun lalu dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat,” kata Ni Luh di Surabaya.
Ni Luh Puspa meninjau kesiapan sejumlah destinasi wisata di Surabaya menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026 untuk memastikan destinasi dan layanan transportasi siap menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan.
Peninjauan dimulai dari kawasan Museum Sepuluh Nopember dan Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (12/3/2026). Kedua situs bersejarah ini dibangun untuk mengenang peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Monumen Tugu Pahlawan lebih dahulu dibangun pada tahun 1951 dan diresmikan pada 1952. Sementara itu, Museum Sepuluh Nopember didirikan sebagai pelengkap monumen tersebut dengan menampilkan ratusan koleksi sejarah, termasuk berbagai peninggalan dari peristiwa pertempuran di Surabaya.
Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pariwisata untuk memastikan kesiapan destinasi wisata secara langsung di lapangan. Langkah ini dilakukan agar wisatawan dapat menikmati destinasi yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama masa liburan.
“Kementerian Pariwisata sesuai arahan Ibu Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan visitasi ke sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur. Sejak kemarin dimulai dari Malang dan hari ini dilanjutkan di Surabaya. Hari ini kami meninjau Tugu Pahlawan dan museum, kemudian ke Pantai Kenjeran, dan terakhir ke Bandara Internasional Juanda,” ujarnya.
Destinasi berikutnya yang dikunjungi adalah Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Surabaya.
Dalam kunjungan tersebut, Ni Luh mengawali peninjauan dengan mengecek pos pantau CCTV yang memonitor sejumlah sudut kawasan THP Kenjeran. Peninjauan kemudian dilanjutkan dengan melihat kesiapan fasilitas kesehatan, termasuk kelengkapan peralatan medis, ambulans, serta ketersediaan petugas kesehatan.
Ni Luh juga bertemu dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya yang akan bertugas selama masa libur Lebaran.
“Prediksinya lebih dari tiga ribu wisatawan akan datang ke THP Kenjeran saat libur Lebaran. Karena itu fasilitasnya harus dipersiapkan secara maksimal, baik dari sisi layanan, keamanan, maupun keselamatan,” ujarnya.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Bandara Internasional Juanda untuk memastikan kesiapan layanan transportasi udara menjelang arus mudik dan libur panjang. Di bandara tersebut, Ni Luh meninjau berbagai fasilitas layanan bagi penumpang, mulai dari Posko Siaga Idul Fitri, konter check-in, fasilitas kamar mandi, Tab Capsule, hingga fasilitas kesehatan dan ruang laktasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ni Luh juga menyempatkan diri berbincang dengan para penumpang di ruang tunggu bandara serta membagikan bingkisan takjil kepada para penumpang yang sedang menunggu penerbangan.
Ia menjelaskan kunjungan ini juga menjadi bagian dari langkah koordinasi dan pemantauan terhadap berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan mobilitas wisatawan selama periode libur Nyepi dan Lebaran.
Peningkatan mobilitas penumpang diperkirakan akan terjadi di berbagai simpul transportasi, termasuk di Bandara Internasional Juanda yang menjadi salah satu gerbang utama perjalanan udara di Jawa Timur.
Seperti dilansir laman Kemenpar, Ni Luh juga menyampaikan Kementerian Pariwisata telah menerbitkan surat edaran terkait penyelenggaraan libur Nyepi dan Lebaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan. Surat edaran tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata, serta berbagai asosiasi di sektor pariwisata.
“Melalui kebijakan tersebut pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan libur panjang dengan berwisata ke berbagai destinasi di dalam negeri. Kita berharap masyarakat dapat menikmati libur Nyepi dan Lebaran ini dengan aman, nyaman, dan menyenangkan,” ucap Ni Luh.
Kuliah Umum di Unibraw
Sebelum melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Surabaya, Ni Luh Puspa juga berkesempatan memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang.
Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Smart and Sustainable Hospitality, Sinergi Teknologi Digital, Penguatan SDM, dan Transformasi Kebijakan Pariwisata Indonesia” yang disampaikan kepada mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Perhotelan, Departemen Bisnis dan Hospitality, Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya di Gedung Widyaloka.
Dalam kesempatan tersebut, Ni Luh menekankan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas menjadi kunci utama dalam membangun industri pariwisata yang berdaya saing.
Menurutnya, meskipun teknologi terus berkembang, pelayanan yang tulus dan keramahtamahan tetap menjadi faktor utama yang membuat wisatawan merasa berkesan dan ingin kembali berkunjung.
“Teknologi akan terus berkembang dan tren akan terus berubah, tetapi pelayanan dari hati akan selalu dibutuhkan. Keramahtamahan menjadi kunci yang membuat wisatawan mengingat Indonesia dan ingin kembali berkunjung,” kata Ni Luh Puspa.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam industri pariwisata.
Menurutnya, generasi muda justru perlu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk melahirkan inovasi dan kreativitas yang dapat mendorong pariwisata Indonesia semakin berkualitas dan berdaya saing global.
“Dalam pariwisata terdapat tiga kekuatan utama, yaitu sumber daya manusia, pariwisata berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Generasi muda harus berani berinovasi agar pariwisata Indonesia semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global,” ucap Ni Luh. ***














