Ekonomi
Rupiah Melejit Cetak Rekor, IHSG BEI Berpesta

Awal pekan ini, Senin (23/2/2026), rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), memberikan optimisme setelah sama ditutup menguat
FAKTUAL INDONESIA: Awal pekan yang cerah dan menggembirakan bagi rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/2/2026).
Pada perdagangan valuta nilai tukar rupiah melejit menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Sedangkan pada perdagangan saham, IHSG membalikkan kelesuan akhir pekan lalu dengan performa yang sangat meyakinkan setelah ditutup menguat hari ini.
Rupiah Tampil Impresif
Nilai tukar Rupiah mengawali pekan ini dengan performa yang sangat impresif. Pada penutupan perdagangan Senin (23/2/2026), mata uang Garuda berhasil menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS), bahkan mencatatkan kenaikan harian terbesar sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data pasar spot, Rupiah ditutup menguat di level Rp 16.802 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga mencatat penguatan signifikan sebesar 0,40% ke level Rp 16.818.
Setidaknya ada tiga faktor utama yang membuat “The Greenback” (dolar AS) tak berdaya menghadapi Rupiah hari ini:
* Goncangan dari Mahkamah Agung AS: Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang menganulir kebijakan tarif Presiden Donald Trump menjadi kejutan besar bagi pasar global. Langkah ini meredakan kekhawatiran akan perang dagang yang berkepanjangan dan menurunkan permintaan aset aman (safe haven) berbasis dolar.
* Data Ekonomi AS yang Melempem: Pertumbuhan ekonomi AS dilaporkan melesat jauh di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini memberikan celah bagi mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah, untuk melakukan rebound setelah sempat tertekan pada pekan lalu.
* Sentimen Positif Regional: Rupiah tidak sendirian. Mayoritas mata uang Asia seperti Yen Jepang, Ringgit Malaysia, dan Peso Filipina juga terpantau “hijau” terhadap dolar AS, menunjukkan adanya arus modal yang kembali masuk ke pasar Asia.
Analis memprediksi bahwa penguatan ini bisa menjadi nafas lega bagi ekonomi domestik di tengah ketidakpastian geopolitik global. Meski demikian, para pelaku pasar tetap disarankan untuk waspada terhadap fluktuasi, mengingat dinamika kebijakan luar negeri AS yang masih cair.
IHSG Dekati Level 8.400
Pasar modal Indonesia berpesta pora mengawali pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak tajam pada perdagangan Senin (23/2/2026), membalikkan kelesuan akhir pekan lalu dengan performa yang sangat meyakinkan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melesat 124,31 poin atau 1,50% ke level 8.396,08. Sepanjang hari, indeks bergerak konsisten di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.397,07.
Fenomena menarik terjadi hari ini di mana 11 sektor saham kompak menguat tanpa terkecuali. Sektor barang baku (basic materials) menjadi bintang lapangan dengan kenaikan fantastis sebesar 3,31%.
Aktivitas perdagangan pun tergolong sangat ramai, mencatatkan:
Nilai Transaksi: Rp 24,15 triliun.
Volume Saham: 49,54 miliar lembar saham ditransaksikan.
Pergerakan Saham: 468 saham menguat, sementara hanya 206 saham yang terkoreksi.
Kenaikan signifikan ini dipicu oleh kombinasi sentimen manis dari dalam dan luar negeri:
* Putusan MA Amerika Serikat: Langkah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif global Presiden Donald Trump memberikan angin segar bagi perdagangan internasional. Hal ini menurunkan risiko ketidakpastian global yang sempat menekan pasar Asia.
* Reformasi Pasar Modal (MSCI): Optimisme investor domestik meningkat seiring langkah progresif BEI dan OJK dalam memenuhi proposal MSCI, termasuk transparansi data investor yang diharapkan mampu menarik kembali aliran dana asing secara masif.
* Lompatan Saham Perbankan & Blue Chip: Saham-saham berkapitalisasi besar (Big Caps) seperti BBRI dan BRPT menjadi motor penggerak utama yang menjaga momentum penguatan hingga akhir sesi.
Bintang Lapangan (Top Gainers)
Beberapa saham mencatatkan kenaikan luar biasa, bahkan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA):
DIVA (PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk): Melambung 34,72%.
MEGA (PT Bank Mega Tbk): Melejit 24,77%.
SKBM (PT Sekar Bumi Tbk): Naik 24,56%.
Dengan kapitalisasi pasar yang kembali menembus angka psikologis Rp 15.175 triliun, analis memperkirakan IHSG masih memiliki ruang untuk menguji level resistance baru di angka 8.400–8.450 pada perdagangan Selasa besok. ***














