Ekonomi
Kado Imlek: Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Kompak Melandai

FAKTUAL INDONESIA: Kabar gembira bagi yang ingin mengalokasikan dana angpao Imlek ke instrumen investasi aman. Pada perdagangan hari ini, Selasa (17/2/2026), harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat merosot tajam sebesar Rp22.000 per gram.
Kini, harga satu gram emas Antam berada di level Rp2.918.000, turun dari posisi sebelumnya pada Senin (16/2/2026) yang berada di angka Rp2.940.000.
Penurunan ini dinilai sebagai momen buy on weakness bagi investor yang ingin menambah portofolio logam mulia di tengah suasana libur nasional.
Baca Juga : Update Harga Emas Awal Pekan: Antam Mendingin, Galeri24 dan UBS Masih Stabil
Harga Jual Kembali (Buyback)
Sejalan dengan penurunan harga beli, harga buyback atau harga beli kembali oleh Antam juga ikut terkoreksi sebesar Rp22.000, sehingga saat ini berada di level Rp2.706.000 per gram.
Galeri24 dan UBS Turun Tipis
Bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 (Shio Kuda Api) yang jatuh pada hari ini, Selasa, 17 Februari 2026, emas batangan di Galeri 24 dan UBS terpantau mengalami penurunan tipis alias “diskon” di hari raya.
Berdasarkan data terbaru dari Pegadaian dan Galeri 24 pukul 08.30 WIB, harga emas Galeri 24 turun sekitar Rp10.000 per gram dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.
Baca Juga : Update Harga Emas Minggu: Antam, Galeri24 dan UBS Dari Stagnan Hingga Stabil
Sementara itu, emas UBS cenderung lebih stabil namun tetap berada di bawah level Rp3 juta per gram.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian harga emas UBS di angka Rp2.988.000 per gram dan Galeri24 Rp2.971.000 per gram.
Angka tersebut turun dari harga Senin pagi, dengan emas UBS di angka Rp2.998.000 dan Galeri24 di Rp2.981.000 per gram.
Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.
Baca Juga : Kejutan Jumat: Harga Emas Antam Anjlog, Galeri24 dan UBS Naik Tipis
Faktor Pemicu Emas Turun
Meskipun secara tradisi permintaan emas fisik meningkat selama Imlek di kawasan Asia, pergerakan harga domestik tetap dipengaruhi oleh:
* Volatilitas Global: Adanya koreksi teknis di pasar emas spot dunia setelah mencapai level all-time high di awal Februari.
* Penguatan Rupiah: Nilai tukar Rupiah yang stabil cenderung membuat harga emas dalam negeri menjadi lebih terjangkau.
* Redanya Tensi Geopolitik: Berita positif mengenai dialog damai antara Ukraina-Rusia serta isu nuklir Iran membuat investor mulai beralih dari aset aman (safe haven) seperti emas ke aset yang lebih berisiko.
* Kejayaan Dolar AS: Indeks Dolar AS sedang menguat tipis, yang secara otomatis menekan harga emas global ke level kisaran US$ 4.953 per troy ons.
* Konsolidasi Pasar: Setelah sempat menembus angka psikologis Rp3 juta/gram pada pekan lalu, harga emas kini tengah mencari titik keseimbangan baru (koreksi teknis). ***














