Olahraga
Musprovlub Forki Jakarta ” Deadlock”, Peserta Berselisih Pendapat Terkait Pemegang Mandat Suara Sah

Musprovlub Forki Jakarta akhirnya Deadlock. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Federasi Karate -Do Indonesia (Forki) DK Jakarta “Deadlock” (jalan buntu-red) akibat peserta berselisih paham terkait pemberian dan pemegang mandat yang sah untuk memilih Ketua Forki DKI masa bakti 2025- 2029, Sabtu (1/11/2025) malam, di Gedung KONI Jakarta.
Baca Juga : Ketua Terpilih Tidak Hadir, Musprovlub PJSI DKI Deadlock
“Tidak ketemu jalan keluar terkait pemegang mandat suara sah dari dua kubu peserta, itu alasan utama Musprovlub Forki Deadlock ,” kata Kusdi Mariono Putro, ketua Forki Jakarta Timur. “Intinya hari ini kita keluarga besar Forki DK Jakarta melaksanakan Musprovlub. Calon ketua ada dua, pihak kami mengusung Mayjen TNI Herianto Saputra dan pihak satunya memajukan Kajati Jakarta Patris Yusrian Jaya,” sambung Kusdi.

Gaduh dan banjir interupsi di Musprovlub Forki Jakarta. (Foto : istimewa)
Baca Juga : PHPU Pilpres 2024: MK Bacakan Putusan Hari Ini Pukul 09.00 WIB, Dijamin Deadlock dan Tidak Bocor
Jerumuskan Kajati Jakarta
Dijelaskan Kusdi, setelah menjalani proses hingga larut malam Stering Comitte (SC) yang diketuai Bonita tidak ada keputusan tegas terkait mandat yang sah untuk suara memilih ketua. Ada keberpihakkan atau tidak netral dari SC, sehingga Musprovlub Forki DK Jakarta menemui jalan buntu alias deadlock.
“Ada silang pendapat terkait surat mandat yang sah, dan SC tidak dapat tegas mengambil keputusan.,” ucap Kusdi. “Kita keberatan carateker koq mengeluarkan surat mandat untuk Perguruan Kala Hitam. Juga kita keberatan Jakarta Selatan yang pada Oktober masa jabatan sudah habis, mereka perpanjang untuk bisa hadir sebagai peserta di Musprovlub ini. Juga terbitnya pengurusan dadakan untuk Perguruan Black Panther yang 10 tahun tak berkegiatan dan tidak terdaftar dojonya ada dimana, tapi mereka mengantongi mandat suara di Musprovlub ini. Ini kan gak benar dan nggak bagus untuk cabor karate yang kstaria dengan mengedepankan nilai-nilai kejujuran di atas segalanya. Kasihan juga pak Kajati Jakarta diseret-seret dan dijerumuskan oleh oknum-okmum pengurus yang ingin bertahan berkuasa, tapi dengan cara-cara yang tidak benar alias menghalalkan segala cara,” sambungnya.
Baca Juga : BPJS Akan Hapus Tunggakan Peserta, Tapi Ada Syaratnya
Kusdi yang juga tim pemenangan Herianto mengatakan calon yang diusungnya punya program jelas dan transparan untuk memajukan prestasi karate Jakarta. Ada empat program Herianto yakni: program kerja jelas, manajemen terbuka dan bisa diakses, kepengurusan “pelangi” merangkul semua perguruan serta menjadikan nomenlatur bantuan kepada KONI untuk kesekretariatan pengurus kota.
“Kami akhirnya berembuk dan sepakat jika hingga larut dan tidak ada keputusan, ya dengan berat hati Musprovlub Forki Jakarta diputuskan Deadlock hingga harus ditunda. Keberatan kami diterima dan nantinya PB Forki yang akan mengambil alih sebagai pelaksana Musprovlub. Kami yakin PB Forki akan lebih bijak berpegang pada AD/ART sehingga Munasprov Forki Jakarta berjalan aman lancar dan memilih ketua yang pas untuk menelorkan prestasi membanggakan Jakarta dan Indonesia,” jelas Kusdi.****














