Politik
Kepada Mahasiswa Indonesia di Kairo Presiden Prabowo Nyatakan Beri Kesempatan Koruptor Tobat Asal Kembalikan Hasil Curian

Presiden Prabowo Subianto, memberi kesempatan kesempatan koruptor tobat selama mereka mengembalikan hasil curiannya kepada negara dimana cara mengembalikannya dapat dilakukan dengan diam-diam agar tak ketahuan
FAKTUAL INDONESIA: Di hadapan para mahasiswa Indonesia di Kairo, Mesir, Presiden Prabowo Subianto menyatakan memberi kesempatan kesempatan koruptor tobat selama mereka mengembalikan hasil curiannya kepada negara.
Presiden Prabowo berpidato di Gedung Al-Azhar Conference Center, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Rabu
Menurut Presiden Prabowo, kesempatan bertobat itu diberikan dalam waktu minggu-minggu dan bulan-bulan ini tanpa menyebutkan waktu spesifik.
“Saya dalam rangka memberi kesempatan, memberi kesempatan untuk tobat. Hei para koruptor atau yang pernah merasa mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya mungkin kita maafkan. Tetapi, kembalikan dong. Nanti kita beri kesempatan cara mengembalikannya,” kata Presiden Prabowo.
Presiden melanjutkan cara mengembalikannya dapat dilakukan dengan diam-diam agar tak ketahuan. Bagi Presiden, cara itu dapat digunakan selama para koruptor bertobat dan mengembalikan hasil curiannya kepada negara.
Baca Juga : Presiden Prabowo Sampaikan kepada Presiden Abdel Fattah El-Sisi, Pencak Silat Bisa jadi Olahraga Resmi Mesir
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga mengingatkan semua aparatur negara untuk taat hukum, dan tunaikan kewajiban kepada bangsa dan negara.
“Hai kalian-kalian yang sudah terima fasilitas dari bangsa negara. Bayarlah kewajibanmu! Asal kau bayar kewajibanmu, taat kepada hukum, sudah kita menghadap masa depan,” kata Prabowo ke para pejabat dan aparatur negara yang mendapatkan fasilitas dari negara.
“Tetapi kalau kau bandel terus, apa boleh buat, kita akan menegakkan hukum,” sambungnya.
Kemudian, Prabowo juga memperingatkan aparat untuk setia hanya kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
“Kalau kau setia kepada rakyat, ayo! Kalau tidak! Percayalah, saya akan bersihkan aparat Republik Indonesia,” kata Presiden Prabowo yang kemudian disambut riuh tepuk tangan para mahasiswa.
Prabowo yakin sikapnya itu didukung rakyat.
“Saya yakin dan percaya rakyat Indonesia berada di belakang saya. Saudara-saudara, saya kira itu yang saya ingin sampaikan,” kata Prabowo ke para mahasiswa.
Prabowo berpidato selama 30 menit lebih di hadapan ratusan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Al-Azhar. Selepas pidato, Prabowo menyempatkan diri menyalami beberapa mahasiswa, dan melayani permintaan swafoto mereka.
Ratusan mahasiswa itu pun melepas kepergian Prabowo dari kompleks kampus Al-Azhar dengan berdiri berjejer dari lorong gedung sampai pelataran depan.
Kegiatan Prabowo bertemu mahasiswa Indonesia di Al-Azhar merupakan rangkaian dari lawatan luar negerinya di Mesir pada 17–19 Desember 2024. Presiden mengawali kegiatannya di Mesir pada hari kedua dia tiba di Kairo dengan menemui Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan Mesir Al Ittihadiya.
Baca Juga : Di Kairo, Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan Presiden Mesir dan Pelajar Berpakaian Adat Sumbar
Jalan Tidak Memihak
Prabowo juga membagikan isi pertemuannya dengan El-Sisi kepada ratusan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo.
“Saya dengan Presiden El-Sisi, kemudian dengan menteri-menteri beliau dan delegasi saya, kami telah menyepakati beberapa hal-hal penting yang intinya kami ingin meningkatkan dan mempererat hubungan Indonesia dan Mesir,” kata Prabowo
Dia kemudian menilai pertemuannya dengan El-Sisi berlangsung intens dan keduanya membahas berbagai isu dengan cukup mendalam.
Di hadapan para mahasiswa Indonesia, Prabowo juga menekankan dirinya dan El-Sisi menyadari hubungan erat dua negara terjalin sejak lama, bahkan sejak masa-masa awal kemerdekaan Indonesia.
“Mesir memiliki tempat yang khusus di hati kita, tempat bersejarah, karena Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Prabowo.
Berawal dari pengakuan Mesir, Prabowo melanjutkan, Indonesia kemudian diakui kemerdekaannya oleh negara-negara lain di dunia.
Dalam perjalanannya sebagai negara merdeka, Indonesia dan Mesir juga sama-sama menjadi pelopor Gerakan Non Blok. Presiden Ke-1 RI Soekarno dan Presiden Ke-2 Mesir Gamal Abdel Nasser Hussein bersama pimpinan negara lainnya menjadi penggerak terwujudnya barisan negara-negara yang tak memihak Blok Barat atau Blok Timur.
“(Gerakan Non Blok) berada di tengah menghormati semua negara, semua bangsa, semua ras. Itulah pendirian pemimpin-pemimpin kita waktu itu, dan itulah tradisi yang hendak kita teruskan. Tradisi bangsa Indonesia,” kata Presiden Prabowo dalam pidatonya di Universitas Al-Azhar.
Jalan tengah yang tak memihak itu, menurut Presiden, berarti Indonesia tak terlibat dalam pakta-pakta militer, Indonesia pun selalu mengedepankan perdamaian, kolaborasi, dan kerja sama.
Baca Juga : Presiden Prabowo Tiba di Mesir untuk Hadiri KTT D-8
“Itu sikap yang saya canangkan, dan itu yang saya jalankan, tidak hanya dalam politik luar negeri, tetapi juga dalam politik dalam negeri,” kata Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan kepada para mahasiswa tantangan dunia ke depan tak semakin mudah, mengingat adanya eskalasi konflik di beberapa kawasan, termasuk di Timur Tengah.
“Tidak hanya di Palestina, di Tepi Barat, di Gaza, di Lebanon, sekarang di Suriah, tetapi juga di Libya, Sudan, Yaman. Saudara-saudara marilah kita selalu waspada. Kalau kita tidak rukun, tidak bersatu, kalau pemimpin-pemimpin kita tidak arif, tidak bijaksana, ujungnya adalah perpecahan, dan apabila pecah, apabila tidak ada kesatuan, yang ada adalah kelemahan,” kata Presiden Prabowo.
Jika negara lemah, Presiden melanjutkan, negara tak dapat melindungi dan menjaga keselamatan rakyatnya.
“Saya kira ini pelajaran yang sangat penting bagi kita. Saudara-saudara para mahasiswa-mahasiswi, belajarlah dengan tekun, belajarlah dengan baik. Jadilah wakil-wakil Indonesia dengan baik,” kata Presiden Prabowo kepada para mahasiswa.
Islam Yang Sejuk
Di hadapan ratusan mahasiswa Indonesia, Presiden Prabowo mengutarakan rasa bangganya kepada mereka dan berpesan agar mahasiswa belajar dengan tekun.
“Kalian adalah anak-anak kita yang akan meneruskan perjalanan bangsa kita, bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting saudara-saudara belajar dengan baik, belajar dengan tekun, belajar dengan benar,” kata Presiden.
Baca Juga : Presiden Prabowo Menunjuk Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk Menggantikan Tugasnya Selama Dia di Luar Negeri
Presiden menyampaikan bersyukur karena banyak mahasiswa Indonesia memilih berkuliah di Universitas Al-Azhar, sebagai salah satu kampus bersejarah dan tertua di dunia.
“Universitas Al-Azhar merupakan universitas yang sangat bersejarah, universitas Islam yang mengajarkan pelajaran Islam yang damai, Islam yang sejuk, Islam yang moderat, Islam yang tidak mengajarkan kebencian, Islam yang tidak mengajarkan saling mencari kesalahan, tetapi saling mencari titik temu,” kata Presiden Prabowo.
Oleh karena itu, Presiden pun mengajak para mahasiswa untuk mengamalkan pelajaran-pelajaran tentang Islam yang mereka terima di Al-Azhar, yaitu bekerja sama dengan semua bangsa, dengan semua agama, semua suku, dan ras.
“Kita ingin hidup yang baik di dunia ini. Hidup yang baik di dunia ini artinya hidup yang lepas dari ketakutan, lepas dari ancaman,” kata Presiden.
Prabowo tiba di Al-Azhar sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Setibanya Prabowo di gedung acara, lagu kebangsaan RI Indonesia Raya turut diperdengarkan, dan serentak seluruh mahasiswa Indonesia yang di lokasi kompak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia itu.
Presiden kemudian berpidato selama 35 menit setelah acara itu dibuka oleh sambutan dari Wakil Grand Syekh Al-Azhar Prof. Muhammad Abdurrahman Ad-Duwaini.
Demikian informasi tentang pertemuan Presiden Prabowo dengan para mahasiswa di Kairo, Mesir seperti dikutip dari laman berita antaranews.com, Kamis (19/12/2024). ***














