Connect with us

Wisata

Banjir Turis, Kini Syarat ke Jepang Sangat Mudah

Diterbitkan

pada

Arashiyama, salah satu destinasi favorit di Jepang. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Berbondong-bondong turis asing tiba di Bandara Haneda, Jepang, pada Senin (11/10/2022). Setelah dua tahun pembatasan akibat pandemi Covid-19, kini tak ada pembatasan jumlah harian orang asing yang masuk ke Jepang.

Bagi wisatawan Indonesia dan negara lain, kini  bisa masuk-keluar Jepang secara bebas dengan menggunakan Waiver Visa e-passpor selama 15 hari.

Vaksin yang banyak dipakai di Indonesia Sinovac juga sudah diperbolehkan dan diakui di Jepang. Sedikitnya harus tiga kali vaksinasi untuk memasuki Jepang. Namun jika belum sampai tiga kali, tetap bisa masuk ke Jepang harus menyertai hasil tes PCR 72 jam terakhir dengan hasil negatif.

 

Selain melanjutkan langkah-langkah pembebasan visa untuk pengunjung jangka pendek yang berkunjung dari 68 negara dan wilayah seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Inggris untuk pariwisata, diharapkan bandara dan pelabuhan lokal secara bertahap akan kembali menerima penerbangan internasional.

 

Advertisement

Seperti dikutip Japantoday, banyak turis yang datang pada 11 Oktober ini. Mereka siap berbelanja, mengagumi dedaunan, makan sushi dan berbelanja. Mereka sepertinya Negeri Sakura.

 

“Kami mendapat kabar bahwa kami akhirnya bisa datang. Kami benar-benar senang,” kata Nadine Lackmann, seorang warga Jerman yang berada di antara kerumunan turis yang tiba di bandara Haneda Tokyo, pada Selasa (11/10/2022) seperti dikutip Japantoday.

Pelancong seperti Lackmann diharapkan memberikan dorongan ¥5 triliun ($35 miliar) yang sangat dibutuhkan untuk ekonomi terbesar ketiga di dunia itu. Dan banjir pengunjung diperkirakan akan terus bertambah.

Batas harian 50.000 kedatangan per hari ditiadakan. Kini tak ada batas kedatangan. Maskapai telah menambahkan penerbangan sebagai tanggapan atas pembukaan kembali perbatasan secara penuh. Perjalanan bebas visa kembali dibuka untuk kunjungan bisnis jangka pendek dan pariwisata dari lebih dari 60 negara.

Advertisement

David Beall, fotografer yang berbasis di Los Angeles yang sudah 12 kali ke Jepang, sudah memesan tiket pesawat, berencana pergi ke Fukui, Kyoto, Osaka, dan Tokyo. Terakhir kali dia ke Jepang adalah pada Oktober 2019. Tapi itu adalah hal sehari-hari yang dinanti-nantikan orang Amerika, seperti makan hidangan irisan daging babi yang populer di Jepang, tonkatsu.

“Kedengarannya klise, kembali ke Jepang setelah sekian lama adalah hal yang paling saya nantikan. Itu tentu saja termasuk semoga bertemu orang baru, makan makanan yang saya lewatkan seperti tonkatsu yang enak, berada di alam di waktu itu sepanjang tahun, naik kereta api,” katanya.

Sebagai tips untuk orang lain yang merencanakan perjalanan, ia merekomendasikan untuk menggunakan Japan Rail Pass dan Suica atau kartu prabayar lainnya yang memungkinkan pembayaran tanpa uang tunai untuk perjalanan yang mudah.

Sekitar 32 juta turis mengunjungi Jepang pada 2019, sebelum Covid-19. Kembalinya mereka disambut untuk alasan yang bagus. Banyak yang akan memiliki daya beli yang lebih besar karena nilai Yen Jepang telah menurun  dalam beberapa bulan terakhir dibandingkan dengan dolar AS, Euro, dan mata uang lainnya.

Satu-satunya protokol kesehatan yang tersisa untuk masuk ke Jepang adalah Anda harus divaksinasi lengkap dengan satu booster atau memiliki tes PCR negatif dalam waktu 72 jam setelah keberangkatan.

Advertisement

Hampir semua pengunjung dari AS, Asia, Eropa, dan Amerika Selatan lainnya yang memenuhi persyaratan tersebut tidak perlu dikarantina.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement