Connect with us

Kuliner

Sudah Pernah Makan dengan Konsep Omakase di Restoran Jepang? Ini Etikanya dan Caranya

Diterbitkan

pada

Sudah Pernah Makan dengan Konsep Omakase di Restoran Jepang? Ini Etikanya dan Caranya

Hidangan omakase biasa dihidangkan beragam namun porsinya tidak banyak, sehingga tidak membosankan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Belakangan ini omakase menjadi viral gegara Erina Gudono, istri Kaesang Pangarep mendapat hadiah omakase dengan chef khusus didatangkan ke rumah sakit. Putra bungsu Presiden Jokowi memberikan hadiah tersebut usai Erina melahirkan anak pertama mereka yaitu Bebingah San Tansahayu pada 15 Oktober lalu.

Seperti Apa Konsep Omakase di Restoran Jepang? Cara makan omakase juga tersedia di restoran Jepang di Indonesia. Harganya sangat mahal, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah. Namun tetap tergantung masing-masing restoran.

Biayanya Tarif omakase umumnya lebih mahal daripada restoran biasa, mengingat layanan yang diberikan koki tak sekadar memasak, melainkan berinteraksi dan menyajikan menu secara langsung. Belum lagi, bahan dan jumlah hidangan yang juga mempengaruhi besaran harga omakase.

Baca Juga : Korban Selamat Bom Atom Jepang menangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2024, Senjata Nuklir Dapat Digunakan Teroris

Berbeda dengan gaya makan di restoran pada umumnya, tamu yang datang ke restoran omakase, tak tahu banyak soal menu yang akan disajikan. Semua hidangan dalam sajian omakase dihidangkan oleh chef profesional. Karena itu, dijamin rasanya lezat dan biasanya bikin ketagihan.

Frasa lengkap omakase shimasu sendiri berarti “saya percayakan padamu, koki.” Jadi, tamu hanya perlu menunggu makanan yang akan disajikan sang koki di depannya, seperti dilansir Master Class.

Advertisement

Tamu-tamu restoran omakase umumnya duduk di hadapan koki, melihat langsung pembuatan satu per satu makanan yang akan disajikan. Konsep omakase paling mudah ditemukan di restoran sushi. Koki menyajikan jenis sushi bergantian, sesuai dengan set menu yang dipilih.

Etika bersantap omakase Meski terkesan sederhana: duduk dan menyantap makanan yang disajikan koki. Mungkin bisa membingungkan bagi mereka yang pertama kali menikmati hidangan omakase.

Bagi pemula, sebaiknya, duduk manis dan ikuti apa yang disediakan chef. Jangan pilih-pilih makanan sesuai arti omakase, sepanjang bersantap dengan konsep omakase, tapi “percaya pada koki” ini.

Mengutip Kompas.com, koki sekaligus Co-Founder Junsei Yakitori and Bar, Aman Lakhiani mengatakan, “Sejujurnya, kalau mau menyantap omakase itu harus open ya. Jangan pilih-pilih mau makan ini atau hanya mau makan itu”.

Baca Juga : Siapa Mau Tiket Gratis Keliling Jepang? Yuk! Cek Syaratnya di Sini!

Ketahui durasinya Demi menyantap seluruh menu yang akan disajikan koki dari awal sampai akhir, tamu tidak boleh buru-buru saat menikmati omakase. Sediakan waktu bersantap 90-150 menit untuk omakase, seperti saran Aman, tergantung banyak hidangan dan tamunya.

Advertisement

Oiya, tamu juga boleh bertanya pada chef tentang makanan yang dihidangkan atau mengambil foto. Tapi mohon izin dulu jika ingin mengambil fotonya.

Enaknya lagi, konsep omakase ini tidak membosankan, karena tamu bisa menikmati beragam menu namun porsinya juga tidak banyak. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement