Connect with us

Teknologi

YouTube Keluarkan Aturan Baru Terkait Maraknya Penipuan, Tak bisa Sembunyikan Subscriber

Avatar

Diterbitkan

pada

YouTube Keluarkan Aturan Baru

YouTube Keluarkan Aturan Baru Terkait Maraknya Penipuan (Foto Ilustrasi: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Belakangan ini, para content creator atau pembuat konten YouTube tengah dirugikan tentang masalah penipuan yang meniru nama akun resmi.

Hal tersebut diketahui setelah mereka sering melihat kolom komentar mereka penuh dengan spam komentar di mana akun meniru pembuatnya untuk menipu penonton.

Menjawab keresahan ini, akhirnya pihak YouTube mengeluarkan aturan baru untuk mengatasi akun penyamar, dikutip dari The Verge, Jumat (1/7/2022).

Pertama, YouTube membatasi tipe dan jumlah karakter spesial yang bisa digunakan pada nama kanal. Penipu sering menggunakan karakter spesial untuk mengganti huruf, untuk mengecoh pengguna dan mengira mereka adalah akun sungguhan.

Baca juga: Apple dan Google Menekan TikTok Dihapus dari Toko Aplikasi, Dugaan Akses Pengguna

Cara yang sering digunakan misalnya mengganti huruf “Y” dengan simbol mata uang yen.

Advertisement

Kedua, kanal tidak bisa lagi menyembunyikan jumlah pelanggan (subscriber). Penyamar sering menyembunyikan jumlah pelanggan untuk menutupi aksi mereka, supaya tidak ketahuan bahwa mereka bukan akun resmi.

YouTube Keluarkan Aturan Baru

YouTube Keluarkan Aturan Baru Terkait Maraknya Penipuan (Foto: Twitter @MKBHD)

Melihat jumlah pengikut adalah salah satu cara mengecek apakah akun tersebut adalah, misalnya milik sosok terkenal sungguhan.

Ketiga, YouTube akan memperbaiki setelan untuk moderasi komentar. Pengguna bisa menyalakan pilihan meninjau komentar dan memperketat penyaringan (filter).

Pada satu sisi, kebijakan YouTube keluarkan aturan baru ini diyakini bisa mengurangi komentar penipuan (scam). Tapi, pada sisi yang lain, penyaringan ini bisa menimbulkan komentar positif yang berlebihan.

Spam komentar di YouTube telah menjadi masalah serius selama beberapa waktu, dan telah mencapai titik di mana beberapa tokoh utama di platform telah berbicara menentang praktik tersebut.

Baca juga: Kreator Instagram dan Facebook Bisa Makin Banyak Uang, Ini Opsi Monetisasi

Pemilik akun Marques Brownlee dari MKBHD, yang meminta YouTube untuk “memperbaiki” masalah ini pada bulan April.

Advertisement

Beberapa bulan sebelumnya, Linus Tech Tips meminta perhatian pada masalah yang sama, juga menyoroti alat pihak ketiga yang memudahkan pembuat konten untuk membersihkan spam komentar.***

Lanjutkan Membaca