Connect with us

Politik

DPR Geram dengan Maraknya Investasi Bodong, Bappebti Diminta Bergerak Cepat

Avatar

Diterbitkan

pada

Rudi Hartono Bangun. (Ist).

Rudi Hartono Bangun. (Ist).

FAKTUAL-INDONESIA: Maraknya penipuan dengan kedok investasi bodong semakin meresahkan masyarakat. Situasi ini membuat Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun geram. Ia minta, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melakukan gerak cepat untuk mitigasi.

Sejumlah aplikasi bodong yang telah merugikan masyarakat dengan jumlah triliunan rupiah itu di antaranya Binomo, Quotex maupun Fahrenheit. Tiga aplikasi ini saja diduga telah merugikan masyarakat hingga Rp5 triliun.

Bahkan menurut Rudi Hartono, masih banyak aplikasi investasi bodong berkedok perjudian lainnya masih beroperasi.

“Bappebti harus segera mengambil tindakan tegas, jangan ragu. Adanya kekosongan hukum dalam regulasi ini harusnya cepat diantisipasi. Makanya, banyak aplikasi investasi bodong ini yang belum diblokir. Jadi regulasi apa yang dibutuhkan, hingga membuat tata kelola, komunitas kripto dan digital currency bisa berjalan berkelanjutan,” tegas Rudi kemarin.

Harusnya, tegas politisi Partai NasDem itu, Bappebti bisa memberikan jaminan keamanan pada investor dan nasabah, melalui regulasi dan keberadaan lembaga kliring sebagai jaminan.

Advertisement

Melonjaknya animo masyarakat terhadap transaksi crypto currency dalam investasi bodong ini memang menimbulkan risiko tinggi, banyak pedagang aset kripto yang membawa lari uang nasabah. “Jadi ini harus menjadi perhatian Bappebti. Apalagi masyarakat masih lemah dalam hal literasi keuangan,” imbuh Rudi.

Saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI beberapa waktu lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengakui belum ada regulasi yang mengatur robot trading atau perdagangan secara robot di Indonesia. Ada kekosongan hukum, karena sampai sekarang kita belum ada yang mengatur mengenai robot trading. Dan kita sedang melakukan kajian,” kata Wisnu.

Wisnu memaparkan robot trading pada prinsipnya menggantikan fungsi manusia dalam melakukan perdagangan. Tetapi, robot trading tidak bisa membuat keputusan, karena hanya sebagai alat analitik yang membaca riwayat ke belakang.

“Karena kalau kita trading saham, forex atau apapun kita kan harus lihat komputer setiap hari. Karena perubahannya tiap jam. Nah robot itu dibikin untuk menggantikan kita,” ujar Wisnu. ***

 

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement