Connect with us

Politik

Meski Tidak Disentil Presiden Jokowi, Menag Yaqut Minta Jajarannya Hindari Impor!

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya berkomitmen dalam optimalisasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya berkomitmen dalam optimalisasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI).

FAKTUAL-INDONESIA: Jumat lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri, kepala lembaga, hingga kepala daerah untuk mengurangi pengadaan barang impor.

Presiden Jokowi menegaskan agar semua unsur yang disebutkan agar menggunakan barang-barang produksi dalam negeri, dalam pengadaan barang.

Meskipun Kementrian Agama (Kemenag) tidak masuk yang disentil Presiden Jokowi namun Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya berkomitmen dalam optimalisasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI).

“Meskipun secara ranking optimalisasi P3DN Kemenag tidak disentil Presiden Jokowi dibanding kementerian/lembaga lainnya, komitmen ini saya minta dipercepat dan maksimal April itu sudah selesai,” kata Menag Yaqut.

Program Sehati UMK Menag Yaqut dapat Dukungan DPR dan 7 Kementerian/Lembaga

Advertisement

Arahan ini disampaikan Menag dalam rapat optimalisasi P3DN di Jakarta. Rapat ini dihadiri Staf Khusus Menag, pejabat eselon II, III, dan jajaran UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa).

“Ini harus menjadi pegangan kita semua. Saya ingin kita kembali berkomitmen atas Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) setelah kemarin Jumat di Bali, Presiden memberikan arahan secara khusus terkait ini,” kata Menag, Senin (28/3/2022).

Menurut Menag, komitmen optimalisasi P3DN sangat penting. Sebab, dunia sekarang ini mengalami banyak ketidakpastian karena pandemi Covid-19, disrupsi teknologi, dan perang Rusia-Ukraina. Kondisi ini sangat mengganggu, bukan hanya soal stabilitas keamanan, tetapi juga kualitas ekonomi. Indonesia tidak boleh menjadi korban dan salah satu caranya bagaimana membuat APBN menjadi trigger atas pertumbuhan ekonomi.

Menag mengingatkan, APBN harus dikelola dengan mengoptimalkan pembelian produk-produk dalam negeri. “Hindari impor, misalnya CCTV, komputer, ATK, dan produk lainnya. Presiden sudah perintahkan berbagai lembaga untuk mengawasi di masing-masing kementerian/lembaga,” tegas Menag.

Terima Pengurus GMKI, Menag Yaqut Imbau Organisasi Pemuda Keagamaan Junjung Tinggi Nilai Kebangsaan

Advertisement

Menag minta UKPBJ untuk segera bergerak dan fokus dalam melakukan proses belanja barang dan jasa sesuai ketentuan agar tidak ada masalah di belakang hari. UKPBJ juga perlu koordinasi dengan LKPP agar mengetahui barang yang dikategorikan produk dalam negeri dan informasi lainnya.

“Saya minta Staf Khusus Wibowo Prasetyo menjadi dirigen pemanfaatan teknologi dalam pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan produk dan barang dalam negeri,” sambungnya.

Kepala Biro Umum Setjen Kemenag yang sekaligus Kepala UKPBJ Fesal Musaad mengatakan Kemenag telah melakukan langkah-langkah optimalisasi P3DN. Kemenag telah menyusun rencana pengadaan barang dan jasa (PBJ) dengan mengutamakan produk dalam negeri (PDN), Belanja Pemerintah mengutamakan PDN, Penetapan Spesifikasi Teknis oleh PPK mengutamakan PDN, Reviu Dokumen Persiapan Pemilihan antara PPK dan Pokja Pemilihan sebelum tender.

Menag Yaqut Sampaikan ke Menteri Haji Arab Saudi, Indonesia Bisa Mendapat Kuota Ideal

“Kami fokus kepada pemenuhan Pemanfaatan PDN, memberikan batasan target pemenuhan minimal 40% belanja APBN menggunakan PDN, Pelaksanaan Kontrak antara PPK dan Penyedia taat dalam pemenuhan Spesifikasi PDN, Menetapkan KMA tentang TIM Peningkatan Penggunaan PDN Kemenag, serta Monitoring dan Evaluasi,” tutup Fesal. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca