Olahraga
Rekap Hasil Indonesia Masters 2026: Bangkit dari Tekanan, Sabar/Reza Sudahi Wakil Negeri Jiran Malaysia Lolos Delapan Besar

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani melangkah ke delapan besar. (Foto: PBSI)
FAKTUAL-INDONESIA: Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, memastikan langkah ke babak perempatfinal atau delapan besar Indonesia Masters 2026 setelah melewati laga ketat tiga game melawan pasangan Malaysia, Nur Moh Azriyn Ayub/Tan Wee Klong. Pertandingan babak 16 besar tersebut digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Dalam duel yang berlangsung intens dan sarat tekanan, Sabar/Reza harus lebih dulu mengakui keunggulan lawan pada game pembuka. Namun, pasangan tuan rumah mampu bangkit pada dua gim berikutnya dan membalikkan keadaan. Mereka akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 19-21, 21-16, dan 21-17, sekaligus menjaga peluang Indonesia di sektor ganda putra.
Baca Juga : Rekap Hasil Indonesia Masters 2026: Kerja Keras Hentikan Wakil Korea, Adnan/Indah Raih Tiket Perempatfinal
Selepas pertandingan, Reza mengungkapkan bahwa menurunnya fokus pada poin-poin krusial menjadi faktor utama kegagalan mereka mengamankan gim pertama. Menurutnya, pasangan Malaysia mampu memanfaatkan kelengahan tersebut dengan efektif.
“Alhamdulillah bersyukur bisa memenangkan pertandingan tadi. Di game pertama kami sempat terlalu menunggu dan di poin-poin akhir fokus kami menurun, itu yang membuat kami kalah. Namun, di game kedua dan ketiga kami bisa memperbaiki situasi, lebih berani mengambil inisiatif, dan akhirnya membalikkan keadaan,” ujar Reza.
Baca Juga : Rekap Hasil Indonesia Masters 2026: Taklukkan Wakil India, Alwi Farhan Mulus ke Babak 16 Besar
Hal serupa juga disampaikan Sabar. Ia menilai permainan cepat yang diterapkan Azriyn/Tan sempat membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan, terutama pada gim pertama. Meski sempat unggul, Sabar/Reza gagal menjaga konsistensi hingga akhirnya kehilangan momentum.
“Kurang lebih sama. Kami sempat unggul di game pertama, tapi kemudian bisa dibalik. Lawan mencoba mempercepat tempo permainan dan kami belum siap, fokus juga sempat turun. Di game kedua dan ketiga kami mencoba bermain lebih fokus dan lebih rapi. Alhamdulillah hasilnya bisa maksimal,” tutur Sabar.
Kemenangan ini terasa semakin berarti mengingat kondisi fisik Sabar yang belum sepenuhnya prima. Pada gim ketiga, ia sempat mengalami mimisan dan merasakan pusing, terutama saat interval, sehingga harus berjuang ekstra untuk menyelesaikan pertandingan.
Baca Juga : Rekap Hasil Indonesia Masters 2026: Redam Wakil Chinese Taipei di Laga Perdana, Putri Kusuma Jaga Asa Raih Gelar Super 500
Kondisi Fisik Utama
Menatap babak perempatfinal, pasangan peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand itu menegaskan pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas utama. Sabar mengakui bahwa padatnya jadwal turnamen, ditambah perubahan cuaca yang ekstrem, cukup memengaruhi kondisi tubuhnya.
“Evaluasinya tentu kami akan memulihkan kondisi terlebih dahulu. Kondisi saya pribadi memang sedang kurang fit, kepala terasa pening dan tadi juga sempat mimisan,” jelas Sabar.
Meski sempat menghadapi masalah kondisi, Sabar tetap berupaya memberikan penampilan terbaik di hadapan publik Istora. Dukungan penonton pun diakuinya menjadi suntikan motivasi yang sangat berarti hingga akhir laga.
Baca Juga : Rekap Hasil Indonesia Masters 2026: Gusur Wakil India, Ubed Tantang Juara Dunia 2021 Loh Kean Yew di Babak Kedua
“Kami tetap mencoba memberikan yang terbaik. Dukungan suporter Indonesia sangat terasa dan itu menambah semangat saya pribadi,” tambahnya.
Menurut Sabar, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama kondisi tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, pasangan berjuluk SabRez itu harus menjalani rangkaian turnamen dengan perbedaan iklim yang cukup drastis.
“Perubahan cuacanya luar biasa. Di India sangat dingin, di Malaysia tropis, dan di Jakarta hujan. Waktu pemulihan juga tidak terlalu banyak karena jadwal turnamen yang padat,” jelas Sabar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak ingin dijadikan alasan. Menurutnya, seluruh pemain menghadapi tantangan yang sama, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama. “Itu juga dirasakan oleh semua pemain, jadi tidak bisa dijadikan alasan. Tinggal bagaimana masing-masing pemain bisa beradaptasi dengan baik,” pungkas Sabar. ****














