Connect with us

Olahraga

Asian Chess Championships 2025 Mongolia: Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto Beri Motivasi kepada Pecatur Indonesia Sebelum Bertolak Pulang ke Tanah Air

Diterbitkan

pada

Asian Chess Championships 2025 Mongolia: Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto Beri Motivasi kepada Pecatur Indonesia Sebelum Bertolak Pulang ke Tanah Air

Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto ketika memotivasi pecatur Indonesia yang baru selesai bertanding di babak pertama, sebelum hari ini kembali ke Tanah Air. ( Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) Grand Master (GM) Utut Adianto memberikan motivasi kepada enam pecatur Indonesia yang bertanding di Asian Chess Championships 2025, Rabu (23/4/2025) malam, usai laga babak pertama, di Holiday Inn Ulaanbaatar, Mongolia.

Demikian disampaikan Manajer Tim Indonesia yang juga Sekjen PB Percasi Henry Hendratno mekau whatupps, Kamis (24/4/2025).

“Pak Ketum GM Utut menyemangati para pecatur Indonesia dengan mengajak makan malam bersama, sekaligus evaluasi pencapaian babak pertama dan kemungkinan untuk laga babak selanjutnya. Pecatur kita dapat siraman semangat untuk memberikan hasil terbaik,” tutur Henry.

Baca Juga : Asian Chess Championships 2025 Mongolia: Yoseph Taher, Nayaka dan Dua Pecatur Putri Menang, GM Novendra Remis

Hasil babak pertama, kata Henry, dua pecatur putra menang, satu remis dan satu lagi mengalami kekalahan. Sedang putri dua wakil Indonesia berhasil memetik kemenangan.

” Hasil cukup bagus dipetik pecatur kita di babak pertama,” kata Henry. “Semoga ini dapat terus dipertahankan hingga babak akhir kejuaraan,” sambungnya.

Di babak kedua, IM Yoseph Theolifus Taher (2464) bertanding lawan IM Anand Batsukh ( Mongolia/ 2295). IM Nayaka Budhidharma (2390) jumpa Dauganamdag (Mongolia/1902). GM Novendra Priasmoro (3437) menghadapi Erdanebulgun (Mongolia/1534). Dan FM Satria Duta Cahaya (2416) bertarung lawan Tumurchurur (Mongolia/1871).

Advertisement

Di kelompok putri, Shafira Devi Herfesa (1983) menghadapi WGM Janelle Frayna (Filipina/2311). Sedangkan WIM Laysa Latifah (2262) bertanding melawan Luong Hoang (Vietnam/1939).****

Lanjutkan Membaca
Advertisement