Olahraga
SEA Games XXXIII 2025: Giliran Triathlon Merajalela, Panen Emas Indonesia Meningkat Lagi

Cabang olahraga triathlon nomor aquathlon (atas) dan dayung nomor rowing (bawah) menyumbang tiga dan dua emas untuk Indonesia pada SEA Games XXXIII 2025 Thailand, Selasa (16/12/2025). (instrgram kemenpora/ist)
FAKTUAL INDONESIA: Panen emas Kontingen Indonesia terus berlanjut pada perburuan medali SEA Games XXXIII tahun 2025 di Thailand, Selasa (16/12/2025). Kali ini Indonesia mendulang 10 emas, meningkat satu keping dibandingkan raihan sehari sebelumnya.
Perjuangan para atlet putra-putri Merah Putih menghasilkan emas dalam tujuh cabang olahraga, Bahkan putra-putri cabor triathlon merajalela menyapu bersih tiga emas yang diperebutkan. Setelah itu cabor rowing menyabet dua emas. Kegemilangan juga diperlihatkan angkat besi, atletik, menembak, catur, dan kick boxing yang masing-masing mampu menambah satu emas.
Baca Juga : SEA Games XXXIII 2025 > Klasemen Medali: Emas Indonesia Turun 25% namun Posisi Tetap Stabil
Raihan 10 emas ini membuktikan perjalanan pasukan Garuda masih konsisten dan stabil dalam perebutan medali. Jika ini terus dipertahankan maka target merebut 80 emas bahkan lebih akan mampu diwujudkan pahlawan-pahlawan olahraga Indonesia di medan laga pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara ke-33 itu.
Pesta emas Tim Triathlon Indonesia diwujudkan melalui nomor disiplin aquathlon, yakni team 3 women relay, team 3 men relay, dan team mixed relay (2 putra + 2 putri).
Pada nomor team 3 women relay, tim yang diperkuat Martina Ayu Pratiwi, Kayla Nadia Shafa, dan Binta Erlen Salsabela mencatatkan waktu 51:23.
Sementara itu, emas pada nomor team 3 men relay diraih oleh Muhammad Noval Ashidiq, Muhammad Zidane, dan Rashif Amila Yaqin dengan catatan waktu 46:23.
Emas ketiga datang dari nomor team mixed relay (2 putra + 2 putri) yang diperkuat Martina Ayu Pratiwi, Muhammad Zidane, Rashif Amila Yaqin, dan Kayla Nadia Shafa, dengan waktu 1:04:58.
Martina Ayu Pratiwi dan Muhammad Zidane yang berhasil meraih dua emas di hari pertama, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih.
Baca Juga : SEA Games XXXIII 2025: Wushu Mengamuk, Panen Emas Indonesia Dihiasi Rekor Dunia Rizki Juniansyah
“Ini SEA Games pertama saya dan bisa langsung mendapatkan medali emas. Rasanya sangat membanggakan,” ujar Muhammad Zidane. “Senang sekali bisa tampil maksimal dan mempersembahkan medali emas di hari pertama. Ini pembukaan yang sangat baik untuk tim triathlon,” ujarnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari persiapan matang tim. Selama tiga bulan, tim triathlon Indonesia menjalani training camp di Bangka Belitung, yang memiliki kondisi cuaca serupa dengan lokasi pertandingan di Rayong.
Meski meraih hasil sempurna, tim triathlon Indonesia memilih tetap fokus menatap pertandingan selanjutnya.
“Target kami tetap sama, berusaha meraih emas di nomor-nomor berikutnya. Semoga semuanya berjalan lancar hingga hari terakhir,” kata Ami, sapaan akrab Rashif Amila Yaqin
Cabor dayung dalam melalui nomor rowing menambah dua emas di Royal Thai Navy Rowing and Canoeing Training Center, Chonburi.
Emas pertama diraih La Memo pada nomor men’s single sculls 2000 meter setelah mencatat waktu 8 menit 10,247 detik. La Memo mengalahkan atlet Thailand Premanut Wattananusith yang finis kedua dengan 8:15,827 detik, serta pedayung Filipina Cris Nievarez yang meraih perunggu lewat 8:22,121 detik.
Emas kedua Indonesia diraih dari nomor lightweight men’s quadruple sculls 2000 meter melalui penampilan Ali Mardiansyah, Ihram, Rafiq Wijdan Yasir, dan Isadi Ardi dengan catatan waktu 6 menit 38,862 detik. Indonesia menang atas Vietnam (6:43,678) dan Thailand (6:48,319).
Baca Juga : Bertolak ke Thailand, Tim Modern Pentathlon Indonesia Mohon Doa Restu Bisa Pertahankan Gelar Juara Umum SEA Games
Menembak meneruskan raihan emas di Bumi Gajah Putih melalui Fany Febriana Wulandari dari nomor trap perseorangan putri di Photharam Shooting Range, Ratchaburi. Fany mendapat kalungan emas setelah mengoleksi skor tertinggi, 38 poin. Performa tersebut mengantarkannya unggul atas wakil tuan rumah Thailand Chattaya Kitcharoen yang harus puas dengan perak setelah meraih 31 poin. Atlet Singapura Siti Mastura Binte Rahim menempati posisi ketiga dengan skor 23.
Atletik Indonesia juga belum terputus dalam menyumbang emas setelah Emilia Nova berjaya pada nomor heptathlon (tujuh lomba) dengan total 5.497 poin di Stadion Supachalasai Bangkok. Perak diraih atlet Vietnam Hoang Thanh Giang dengan 5.455 poin, sementara perunggu menjadi milik Sarah Dequinan dari Filipina dengan 5.201 poin.
Cabor andalan Olimpiade, angkat besi kembali menyumbang emas lewat lifter andalan Rahmat Erwin Abdullah yang tampil gemilang di kelas 88 kg putra. Dia menggondol emas usai mencatatkan total angkatan 362 kg.
Baca Juga : Petembak Dewi Laila Raih Medali Emas SEA Games Saat Hamil 4 Bulan
Pada pertandingan yang berlangsung di Chonburi Sport School, Rahmat membukukan angkatan snatch 160 kg dan clean and jerk 202 kg. Perak diraih lifter Vietnam Nguyen Quic Toan dengan snatch 160 kg, clean and jerk 201 kg, dan total 361 kg. Perunggu menjadi milik tuan rumah Thailand Nasuriwong Worrapot dengan snatch 151 kg, clean and jerk 190 kg, dan total 341 kg.
Olahraga otak, catur, tidak ketinggalan menyumbang emas dari nomor catur cepat beregu putri. Indonesia meraih medali emas setelah mengalahkan Vietnam di babak final.
Tim putri yang terdiri atas IM Medina Warda Aulia, IM Irine Kharisma Sukandar, WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite, dan WIM Laysa Latifah mengalahkan Vietnam dengan poin 2,5-1,5 dalam pertandingan yang digelar di The Bazzar Hotel, Bangkok.
Di John Paul II Sports Center Assumption University, Bangkok, kick boxing menyumbangkan emas lewat Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu yang turun pada nomor K-1 60 kilogram putra. Pada laga final, Jefri mengalahkan atlet tuan rumah Thailand, Jakkrit Kongtook, dengan skor 2-1. ***














