Olahraga
Review SEA Games 2025 Rampung, Deputi Surono Ungkap Indonesia Kehilangan 41 tapi Berpotensi Dapat Tambahan 32 Emas

Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Surono didampingi Tenaga Ahli Bidang Media Menpora Putri Viola memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis (6/11/2025), tentang hasil review 52 cabang olahraga yang dipersiapkan ke SEA Games 2025 Thailand. (Humas Kemenpora)
FAKTUAL INDONESIA: Kalkulasi perolehan medali pada SEA Games 2025 Thailand, Desember mandatang, menunjukkan Indonesia akan kehilangan 41 medali emas dari raihan 87 emas ketika menempati posisi tiga besar pada SEA Games 2023 Kamboja.
Namun ada harapan memperkecil kehilangan itu karena Indonesia berpotensi menambahb 32 emas dari cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games 2025 namun tidak dipertandingkan pada SEA Games sebelumnya.
Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Surono, mengungkapkan hal itu ketika menyampaikan hasil review Kemenpora terhadap 52 cabang olahraga (cabor) yang dipersiapkan menuju SEA Games Thailand. Hasil review cabor itu kini sedang dianalisa untuk memetakan target medali.
Baca Juga : Sinkronisasi dan Review 35 Cabor SEA Games 2025 Thailand, Surono: Menunjukkan Progres Positif
“Tentu sampai saat ini tim review sedang melakukan analisa dan menjalani proses yang bertahap. Prinsipnya kita melayani dengan baik terhadap federasi olahraga. Kita berharap atlet yang melakukan pelatnas bisa meningkatkan performa,” kata Surono kepada para wartawan di Media Centre Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Surono menyatakan review dilakukan tim yang terdiri dari para pakar, praktisi olahraga, perwakilan KONI, dan NOC Indonesia. Hal ini dilakukan guna memastikan target prestasi secara terukur dan berbasis data.
Demi mengamankan target tetao berada di posisi tiga besar pada SEA Games Thailand, Surono berharap cabang olahraga yang sedang menjalani pemusatan latihan bisa memaksimalkan dan mampu meningkatkan performa.
Baca Juga : Terima Audiensi PB AI, Menpora Erick Dukung Target 3 Emas Akuatik dalam SEA Games 2025
“Kami sedang menganalisa seberapa besar peluang untuk bisa tetap mempertahankan tiga besar. Setiap mematok target tentu harus berdasarkan data. Kami harus bisa mengkomparasikan data yang ada, calon lawannya siapa, kemudian posisinya kayak apa dan kekuatan kelemahannya itu apa dari atlet kira,” ujar Surono yang didampingi Tenaga Ahli Bidang Media Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Putri Viola.
Surono mengatakan, Indonesia kehilangan setidaknya 41 potensi emas. Hal ini dikarenakan banyak nomor cabor yang menjadi unggulan Indonesia saat SEA Games sebelumnya tidak dipertandingkan pada SEA Games 2025.
Baca Juga : Menpora Erick Bertemu Ketua Komisi Olahraga Filipina, Sepakat SEA Games Pertandingkan Cabor Olimpiade
Potensi emas yang akan hilang pada nomor cabor misalnya dari fin swimming, kun bukator, vovinam, soft tennis, pencak silat, wushu, cyckling, esport, wrestling, kick boxing, dragon boat, karate, sepak takraw, cricket, hingga judo.
Kendati demikian, Surono menerangkan jika Indonesia mendapatkan potensi tambahan 32 emas dari nomor cabor yang dipertandingkan pada SEA Games 2025 tidak dipertandingkan pada SEA Games sebelumnya. Rinciannya dari nomor cabor rowing, canoe, archery, equestrian, shooting, woodball, sport climbing, waterski, skateboard, chess, mixed martial art, dan modern pentathlon.
“Meski berpotensi kehilangan 41 medali emas, namun Indonesia masih berpeluang mendapatkan potensi tambahan dari nomor cabor yang di SEA Games Kamboja sebelumnya tidak dipertandingkan,” ujar Surono. ***













