Nusantara
Perlu Relawan Pemulasaran Jenazah Tangani Warga Meninggal Saat Isoman

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Istimewa)
FAKTUALid – Pemkot Semarang menginstruksikan segenap jajarannya untuk membentuk relawan-relawan yang bertugas melakukan pemulasaran jenazah Covid-19, khususnya warga yang meninggal saat sedang melakukan isolasi mandiri (isoman).
Instruksi tersebut disampaikan sendiri Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengingat adanya kasus warga yang meninggal di rumah saat melakukan isolasi mandiri Covid-19. Hal ini dinilainya telah menjadi persoalan lain di Kota Semarang.
“Saat ini memang sudah terbentuk relawan pemulasaran dan memandikan jenazah yang meninggal akibat Covid secara steril dan bergotong-royong dengan masyarakat,” kata Hendi, sapaan akrabnya, Selasa (6/7/2021).
Menurut Hendi, relawan-relawan tersebut telah terbentuk di 16 Kecamatan di Kota Semarang. Tak hanya bertugas untuk memandikan jenazah, para relawan juga turut membawa dan mengantarkan jenazah hingga pemakaman terdekat.
Relawan pemulasaran jenazah, sebelumnya telah dibekali pengetahuan tentang penanganan jenazah Covid-19 yang bekerja sama dengan Puskesmas terdekat dan Rumah Sakit Dr Kariadi.
“Jadi masyarakat hari ini yang melihat tetangganya melakukan isolasi mandiri akibat Covid kemudian meninggal, bisa menghubungi camat atau lurahnya untuk disambungkan dengan para relawan,” imbuhnya.
Camat Semarang Barat, Heroe Soekandar, merespon positif keberadaan para relawan pemulasaran jenazah, karena banyak warga di wilayahnya yang membutuhkan pertolongan.
“Untuk Semarang Barat, ada sekitar 30 relawan di mana sebagian besar merupakan anak-anak muda. Para relawan telah dilengkapi dengan APD dan perangkat sterilisasi, sehingga aman tidak hanya untuk warga sekitar namun juga untuk para relawan itu sendiri,” terangnya.
Pihaknya juga telah menyiapkan pembentukan relawan-relawan di tingkat kelurahan sehingga mempercepat pelayanan bagi warga yang membutuhkan. “Ketika ada yang meninggal karena Covid, bisa langsung kita bantu. Kita edukasi juga masyarakat, cara membantu memandikan jenazah karena kebanyakan mereka tidak paham dan merasa takut,” katanya.***














