Connect with us

Ekonomi

Rupiah Selasa 21 Juli 2026: Menguat 60 Poin ke Rp17.888, Cermati RDG Bank Indonesia

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Penguatan nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan Selasa (21/7/2026) dipicu oleh melandainya indeks dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global serta tingginya ekspektasi pelaku pasar terhadap sinyal kebijakan moneter domestic. (Foto: Istimewa)

Penguatan nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan Selasa (21/7/2026) dipicu oleh melandainya indeks dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global serta tingginya ekspektasi pelaku pasar terhadap sinyal kebijakan moneter domestic. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil melaju di zona hijau pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Mata uang Garuda ditutup menguat 60 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp17.888 per dolar AS, membalikkan tekanan yang sempat terjadi di awal pekan.

Rupiah sudah mampu lepas dari tekanan ketika dibuka menguat menguat 11 poin atau 0,06 persen menjadi Rp17.937 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.948 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa pagi.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.909 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.976 per dolar AS.

Penguatan tersebut menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan Asia pada perdagangan hari ini.

Di belakang rupiah, rupe India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar kedua setelah naik 0,25% terhadap dolar AS. Selanjutnya, dolar Singapura menguat 0,08%, ringgit Malaysia naik 0,07%, dan yuan China menguat 0,03%.

Advertisement

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya justru bergerak melemah terhadap dolar AS.

Dolar Taiwan mencatat pelemahan terdalam di kawasan setelah turun 0,38%, disusul won Korea Selatan yang melemah 0,19%. Yen Jepang juga terkoreksi 0,11%, sedangkan peso Filipina turun 0,09%. Pada sisi lain, baht Thailand melemah 0,02%, sementara dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,01% terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Sentimen Penggerak Penguatan

Penguatan mata uang domestik ini dipicu oleh melandainya indeks dolar AS di pasar global serta tingginya ekspektasi pelaku pasar terhadap sinyal kebijakan moneter domestik.

Beberapa faktor utama yang menopang keperkasaan rupiah pada perdagangan pasar valas perdagangan sesi sore ini antara lain:

Advertisement
  • Sikap Wait and See RDG Bank Indonesia: Investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 21–22 Juli 2026. Pasar mencermati potensi penyesuaian suku bunga acuan (BI-Rate) untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta mengendalikan ekspektasi inflasi.
  • Koreksi Indeks Dolar AS: Mata uang greenback mengalami konsolidasi teknikal setelah menguat signifikan pada pekan sebelumnya, memberikan ruang bagi mata uang kawasan Asia untuk rebound.
  • Arus Modal Masuk (Inflow): Masuknya modal asing pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turut memperkuat pasokan valas di pasar domestik.

Proyeksi Rupiah untuk Rabu, 22 Juli 2026

Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental pasar, pergerakan rupiah pada esok hari, Rabu (22/7/2026), diproyeksikan masih berada dalam rentang konsolidasi cenderung menguat terbatas.

Rentang Proyeksi Rabu (22/7): Rp17.840 – Rp17.920 per dolar AS.

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah pekan ini bergerak di antara level Rp 17.750 – Rp 18.050 per dolar AS.

Faktor Kunci Besok:

  1. Pengumuman Hasil RDG BI: Keputusan resmi Bank Indonesia terkait BI-Rate dan respons terhadap arah kebijakan The Fed pada paruh kedua tahun ini akan menjadi penggerak utama pasar valas domestik.
  2. Data Ekonomi AS: Pelaku pasar global juga menantikan rilis data klaim pengangguran dan PMI manufaktur AS untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Jika Bank Indonesia menyampaikan sinyal hawkish atau optimis terkait ketahanan fundamental ekonomi dalam negeri, rupiah berpotensi melanjutkan tren positifnya menembus di bawah level psikologis Rp17.850 per dolar AS.

Kurs Indikatif Perbankan (Selasa, 21 Juli 2026)

Advertisement

Untuk kebutuhan transaksi valuta asing harian, berikut acuan kurs jual-beli e-Rate/Special Rate di beberapa bank nasional:

BankBeli (IDR)Jual (IDR)
Bank MandiriRp17.955Rp17.985
BCARp17.932Rp17.952
BNIRp17.922Rp17.952

Catatan: Kurs indikatif dapat berubah sewaktu-waktu tergantung fluktuasi pasar.

Lanjutkan Membaca
Advertisement