Nusantara
Vaksinasi Anak Belum Selesai, PTM 100 Persen di Solo Akan Dilakukan Bertahap

PTM 100 persen untuk SD di Solo menunggu vaksinasi Covid-19 anak selesai. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Sejumlah daerah sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, tidak demikian hal nya dengan Kota Solo. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyebut Kota Solo akan melaksanakan PTM 100 persen secara bertahap sambil menunggu selesainya vaksinasi Covid-19 anak 6-11 tahun.
“Sik mengko (nanti) bertahap. Tenang saja, aman kok. Saya kan sangat pro PTM apalagi 100 persen, biar anak-anak semangat. Tapi nanti bertahap, wong vaksinasi Covid-19 anak belum selesai kok,” jelas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Senin (3/1/2022).
Menurut Gibran pihaknya telah menyiapkan sistem PTM 100 persen. Termasuk nantinya membagi PTM dalam dua sesi dan waktu pembelajarannya.
“Kita sudah siapkan tapi nanti bertahap. Dimulai dari yang tua dulu, yang sudah dua kali vaksin dulu,” jelasnya lagi.
Untuk pelaksanaan PTM 100 persen tersebut pihaknya masih menunggu arahan dari Gubernur Jawa Tengah seusai melakukan rapat koordinasi penanganan Covid-19 hari ini.
“Kita lihat dulu satu minggu hingga dua minggu ke depan ada lonjakan gak pasca Nataru. Habis itu kita genjot saja PTM nya, apa yang ditakutkan?,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa menambahkan pelaksanaan PTM 100 persen di Kota Solo akan dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo yang akan berlaku mulai besok tanggal 4 Januari hingga 17 Januari mendatang.
“Jadi secara teknisnya nanti akan ada keputusan wali kota kapan kita mulai PTM 100 persen nya. Karena akan kita lihat yang siap itu mana saja, sampai semua siap. Kita kan perlu menyiapkan fasilitas dulu, infrastrukturnya kan kemarin kita cek lagi,” papar Teguh.
Menurut Teguh, Kota Solo tidak akan terburu-buru menerapkan PTM 100 persen karena vaksinasi anak usia 6-11 tahun belum selesai 100 persen. Karen infrastrukturnya harus benar-benar disiapkan seperti penambahan tempat cuci tangan, hand sanitizer serta kesiapan dari tenaga pendidiknya.
“Jangan sampai kalau di depan kelas hanya satu tempat cuci tangan, malah menimbulkan kerumunan,” katanya.
Termasuk juga menyediakan bus sekolah. Jika biasanya murid-murid diantar orangtuanya maka dengan adanya bus sekolah tidak perlu lagi diantar jemput. Nantinya rute bus sekolah akan disesuaikan.
“Untuk Sekolah Dasar (SD) tidak perlu buru-buru PTM 100 persen karena vaksinasi selesai baru 4 Februari mendatang,” pungkasnya. ***














