Connect with us

Nusantara

Unisri Solo Rilis Survei Kinerja Gibran-Teguh Satu Tahun Menjabat

Diterbitkan

pada

 

Ketua Program Studi Strata (2) Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Slamet Riyadi Dr Suwardi,memaparkan hasil survei kinerja Gibran. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Tanggal 26 Februari 2022 mendatang, pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa genap satu tahun menjabat. Selama satu tahun ini, bagaimana kinerja Gibran selama satu tahun menjabat?

Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, melakukan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan jumlah responden sebanyak 550 orang. Dari hasil survei tersebut, kinerja Gibran-Teguh selama satu tahun ini dinilai sangat baik. Tetapi ada yang tidak maksimal yakni pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“IKM merujuk pada rata- rata nilai yang diberikan masyarakat satu tahun pemerintahan Wali Kota Gibran adalah 79,3. Frekuensi nilai terbanyaknya adalah 80 atau sebanyak 43 persen masyarakat memberikan nilai 80 untuk satu tahun pemerintahan Gibran,” jelas Ketua Program Studi Strata (2) Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Slamet Riyadi Dr Suwardi, kepada wartawan di Pasca Sarjana Unisri Solo, Jawa Tengah, Jumat (18/2/2022).

Jika ditambahkan frekuensi nilai lebih dari 80, maka dapat dikatakan bahwa 67.5 persen masyarakat memberikan nilai diatas 80. Jika standar penilaian kategori baik adalah nilai ≥70 maka jumlah apresiasi positif pemerintahan Gibran – Teguh sangat baik.

Suwardi mengatakan apresiasi capaian kinerja sangat baik, ditunjukan dengan data persepsi. Yakni kualitas pelayanan apatur pemerintah kota (Pemkot) di kantor lurah, camat dan balai kota, kemudian kualitas pelayanan kesehatan oleh puskesmas, pelaksanaan vaksinasi yang diinisiasi Pemkot Solo serta kemampuan menyeimbangkan pelaksanaan kebijakan berorientasi kesehatan dan ekonomi.

Advertisement

“Tapi ada juga negatifnya, yakni pada pelaksanana pendidikan dasar SD dan SMP yang masih perlu dimaksimalkan,” katanya.

Karena menurut Suwardi, berdasarkan data yang disampaikan masyarakat dalam survei tersebut, ada keragu-raguan masyarakat karena menilai tidak ada kesiapan saat PTM dan PJJ.

“Sehingga harus segera dicari solusinya. Hal ini sepenarnya perlu dimaklumi karena perspektif yang beragam atas fatalistic serangan varian Covid -19 di masyarakat,” katanya lagi.

Dari survei terkait pertanyaan mengenai PTM, sebanyak 59 persen menyatakan dijalankan snagat maksimal, 32,9 persen menyatakan dijalankan secukupnya. Sebanyak 6,4 persen menyatakan dilakukan ala kadarnya dan 0,2 persen menyatakan gagal.

Selanjutnya, dalam hal kemudahan untuk memperoleh penghasilan dan pekerjaan dalam satu tahun terakhir mengalami perbaikan sebanyak 31,1 persen. Namun ada 1,3 persen warga masyarakat mengaku tahun 2021 lebih sulit dibanding tahun sebelumnya.

Advertisement

“Data ini mengindikasikan, tahun 2021 walaupun lebih baik dibanding tahun 2020, namun masih ada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan dan penghasilan,” paparnya.

Terkait hasil survei tersebut, Suwardi mengatakan bisa sebagai alarm dari Kota Solo untuk tahun 2024 mendatang. Tetapi Suwardi menegaskan hasil survei tersebut belum mengarah ke Pemilu 2024. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement