Connect with us

Nusantara

Lahan Milik Pemkot Solo Diperjualbelikan, Ini Langkah Gibran

Avatar

Diterbitkan

pada

Laham bekas makam Bong Mojo milik Pemkot Solo yang diperjual belikan. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menemukan tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diperjualbelikan.

Tanah Pemkot Solo di bekas makam Cina atau Bong Mojo, yang berada di  RW 23 Kelurahan Jebres, itu saat ini sudah ada bangunannya.

Padahal oleh Pemkot Solo, lahan tersebut akan digunakan untuk relokasi Pasar Mebel Gilingan. Sedangkan lokasi Pasar Mebel Gilingan saat ini sudah dirobohkan dan akan digunakan untuk membangun sentra IKM Mebel.

“Sudah mengantongi 2 nama yang menjualbelkan tanah di Bong Mojo,” kata Gibran di Balai Kota Solo, Rabu (13/7/2022).

Dirinya menegaskan akan menindak tegas oknum yang menjualbelikan lahan milik Pemkot Solo itu.

Advertisement

“Intinya itu tanah milik Pemkot Solo tidak boleh ada yang membuat bangunan pemanen di sana,” katanya lagi.

Putra sulung Presiden Jokowi itu juga  mengaku telah memerintahkan lurah, camat dan pihak Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Solo untuk memberikan peringatan pihak yang sudah terlanjut membeli dan mendirikan bangunan di lahan milik Pemkot Solo itu.

Ono sing (ada yang) harganya Rp8 juta ada Rp10 juta perkapling. Ada 10 bangunan permanen di sana, mengko tak uruse (nanti saya urusnya) tenang saja,”ujarnya.

Disinggung langkah hukum yang akan ditempuh Pemkot Solo, Gibran mengatakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti pembayaran atas tanah tersebut.

Sementara itu,  Lurah Jebres, Lanang Aji Laksito mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari warga terkait jual beli ilegal tersebut.

Advertisement

“Menurut warga yang melapor ke kami, dia ditawari  tanah di lokasi Bong Mojo sebelah barat dengan harga Rp 10 juta per kapling,” ujarnya.

Menanggapi laporan itu, dirinya langsung menegaskan jika lahan tersebut milik Pemkot Solo. Pihaknya juga minta warga tidak mengindahkan tawaran penjualan lahan di bekas makam Bong Mojo itu.

“Saya bilang itu tanah milik Pemkot jangan diperhatikan, kalau nekat anda tanggung sendiri resikonya. Warga yang tinggal di sana tidak.ada RT nya,” pungkasnya ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement