Connect with us

Nusantara

Kebakaran Pasar Mebel, Api Diduga Dari Tumpukan Serbuk Kayu

Diterbitkan

pada

Kebakaran Pasar Mebel Solo diduga dari tumpukan sisa serbuk kayu. (Foto: istimewa)

FAKTUAL- INDONESIA: Penyebab kebakaran Pasar Mebel, Gilingan, Solo, Jawa Tengah sampai saat ini masih diselidiki. Tetapi perkiraan awal, kebakaran Pasar Mebel itu diduga dipicu titik api yang muncul di tumpukan serbuk sisa amplas kayu atau grajen dari salah satu kios.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, akan membantu korban kebakaran dengan memberikan seng dan kayu untuk kios darurat. Bantuan tersebut atas permintaan dari pedagang dalam audiensi yang dilakukan di rumah dinas Wakil Wali Kota Solo,  Rabu (4/5/2022).

Terkait penyebah kebakaran, Kapolsek Banjarsari, AKP Pardjono, mengatakan berdasarkan keterangan saksi, api berasal dari tumpukan grajen di belakang kios milik Darmi.

“Tapi sampai saat ini belum diketahui pasti mengapa grajen itu bisa terbakar,” jelasnya.

Dua saksi yang diperiksa adalah Sidiq Budi Santoso (56) dan Muhni Tri Alfian (35). Keduanya adalah warga Bibis wetan Rt 06/19 Kelurahan Gilingan Kecamatan Banjarsari Kota Solo.

Advertisement

“Sekitar pukul 14.00 WIB, Budi sedang duduk di depan kios milik Bu Darmi, diberi tahu orang lewat kalau ada api yang menyala di belakang kios itu,” jelas Kapolsek.

Selanjutnya Budi memberi tahu Muhni yang sontak mengambil Apar di kios miliknya. Keduanya berusaha untuk memadamkan kobaran api tapi api tak kunjung padam bahkan membesar.

Selanjutnya, saksi menghubungi  pemadam kebakaran (damkar) yang langsung datang dan memadamkan api dibantu dengan relawan dan masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Heru Sunardi mengatakan pihaknya akan menginventarisir kebutuhan kayu dan seng untuk pedagang.

“Seng dan kayu di pasar darurat sudah kita cukupi. Tinggal tunggu inventarisasinya,” jelas Heru.

Advertisement

Heru mengatakan saat ini lokasi pasar masih diberi garis polisi sehingga pedagang yang menjadi korban kebakaran tidak bisa beraktivitas. Seng dan kayu bantuan itu untuk membantu pedagang membuat kios darurat di pasar darurat Pasar Legi.

Kepala Dinas Perdagangan juga mengatakan Pemkot Solo memberikan tambahan tenggat waktu relokasi. Dari yang sebelumnya tanggal 10 Mei, mundur maksimal 10 hari berikutnya.

“Pelonggaran tidak hanya berlaku bagi korbN kebakaran tapi semuanya. Tetapi jika pedagang sudah siap untuk pindah ke tempat relokasi saat ini, kami menyediakan armada dan personel untuk membantu,” pungkasnya. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement