Connect with us

Nusantara

Butuh 3 Jam Pindahkan Kerbau Bule Milik Keraton Surakarta ke Tempat Karantina

Avatar

Diterbitkan

pada

Kerbau bule milik Keraton Surakarta dikarantina jelang kirab malam 1 Suro. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:  Waduh! Butuh waktu hingga 3 jam lebih untuk memindahkan 5 ekor kerbau bule (kebo bule) milik Keraton Surakarta dari kandangnya di Alun-Alun Selatan ke Magangan Kompleks Keraton Surakarta.

Pemindahan kerbau bule keturunan Kyai Slamet pusaka Keraton Surakarta itu dilakukan untuk dikarantina setelah sempat terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Mereka rencananya akan tetap dikirab saat malam 1 Suro tanggal 29 Juli mendatang.

“Pemindahan kebo bule dilakukan setelah kami berkoordinasi dengan dinas terkait,” jelas Pengageng Parentah Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Dipokusumo.

Menurut Gusti Dipo, karantina kebo bule itu dilakukan untuk menjaga agar mereka tidak tertular kembali PMK sehingga bisa mengikuti kirab malam 1 Suro mendatang.

“Apalagi kemarin ada 2 kebo bule yang mati karena PMK,” katanya.

Advertisement

Magangan dipilih sebagai tempat karantina karena lokasi itu biasanya juga digunakan untuk persiapan upacara adat.

Putri Raja Keraton Surakarta Gusti Raden Ayu Putri Purnaningrum, menambahkan karantina dilakukan untuk menghidari interaksi langsung dengan pengunjung.

“Ini masa pemulihan jadi kita isolasi di dalam keraton.Selama di dalam keraton, tetap akan mendapatkan pemantauan dan pengobatan dari tim dokter baik dari dalam keraton maupun dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Solo,” papar putri PB XIII itu.

Sementara itu, proses pemindahan kelima kerbau itu mengalami kesulitan, pasalnya mereka tidak mau berjalan menuju Magangan. Bahkan saat akan dinaikan diatas mobil pickup, mereka tetap tidak mau.

Srati (pawang) kerbau terus membujuknya dengan memberikan makanan.Setelah dibujuk dengan makanan dan dipaksa, kelima kerbau itu berjalan menuju Magangan.

Advertisement

Tapi di tengah jalan, salah satu kerbau yang juga kerbau tertua bernama Kyai Somali yang berusia 10 tahun kembali mogok tidak mau berjalan, hingga akhirnya sejumlah orang memaksa kerbau itu berjalan kembali dan masuk ke Magangan. ***

Lanjutkan Membaca