Home NasionalNusantara Kasus Covid Melonjak, Pemkot Solo Minta RS Tambah Tempat Tidur

Kasus Covid Melonjak, Pemkot Solo Minta RS Tambah Tempat Tidur

oleh Dwipraya

Foto: Istimewa

FAKTUALid–  Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit di Kota Solo saat ini mencapai rata-rata 78 persen. Sedangkan untuk rata-rata keterisian ICU mencapai 94 persen.

Tingginya BOR di rumah sakit di Solo tersebut karena melonjaknya kasus Covid-19 di Jawa Tengah termasuk di Kota Solo.

“Kami sudah minta ke semua rumah sakit di Kota Solo untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur. Termasuk ruang ICU dan isolasi, menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Solo dan daerah lain di Jawa Tengah,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, di Kota Solo, Selasa (15/6/2021).

Dari 127 ruang ICU di 16 rumah sakit, sebanyak 124 diantaranya sudah terisi.

Dengan tingkat keterisian seperti saat ini, Siti mengatakan harus waspada. Kemarin pihaknya sudah mengumpulkan pihak rumah sakit untuk diminta meningkatkan kapasitas tempat tidur sebanyak 40 persen.

“Saya sudah mengeluarkan surat edaran tanggal 19 Mei lalu, dimana ini edaran yang kesekian kalinya. Kemarin kita diskusi bareng kita bicarakan masalah saat ini, saya mohon untuk tingkatkan kapasitas  tempat tidur, isolasi dan ICU sesuai surat edaran dari kementerian kesehatan yakni 40 persen,” jelasnya lagi.

Siti juga mengatakan pihaknya akan membantu mengusulkan bantuan alat-alat untuk ICU. Baik untuk rumah sakit negeri maupun swasta.

“Entah hibah, pinjam atau pinjam pakai silahan. Kalau seperti ini tidak pandamg negeri atau swasta,” katanya.

Lebih lanjut Siti mengatakan saat ini sejumlah rumah sakit di Solo tingkat keterisian ruang isolasi mencapai 100 persen. Diantaranya di RS PKU Muhammadiyah.

Sedangkan untuk rumah sakit dengan ruang ICU yang sudah mencapai  100 persen adalah di RS Dr Moewardi, RS Slamet Riyadi, Rumah Sakit Jiwa, RS Kustati serta RS Hermina.

“Tapi ini posisi tadi malam, kan bergerak terus. Ada yang sudah keluar dari ICU pindah ke bangsal biasa,” katanya lagi.

Pasien yang dirawat di rumah sakit di Solo, didominasi warga luar Kota Solo. Yakni sekitar 63 persen pasien dari luar kota dan pasien dari dalam Kota Solo hanya 37 persen. (Uti Farinzi) ***

Tinggalkan Komentar