Home NasionalNusantara Antisipasi Penyebaran Virus, Tim Satgas Covid-19 Gelar Tes Swab Acak 

Antisipasi Penyebaran Virus, Tim Satgas Covid-19 Gelar Tes Swab Acak 

oleh Dwipraya

swab acak yang dilakukan tim Satgas Covid-19 Solo di Pasar Ikan Balekambang. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid – Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Jawa Tengah meningkatkan antisipasi penyebaran virus Covid-19 di Kota Solo. Salah satunya dengan melakukan tes swab antigen secara acak di tempat kerumunan seperti di Pasar Ikan Balekambang, Senin (14/6/2021) malam. Sebanyak 41 orang dari pengunjung dan pedagang menjalani tes swab antigen yang dilakukan secara acak.

“Pedagang dari Kota Solo dan luar kota menjadi sasaran tes swab antitgen. Kendaraan dengan plat nomor luar Kota Solo, penumpangnya langsung kita arahkan untuk swab antigen,” jelas  Kasubbag Dalops Polresta Solo, AKP Dalyanto kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Dari 41 orang yang  menjalani tes swab antigen, semuanya negatif. Petugas gabungan itu juga terus mengingatkan pedagang dan pengunjung Pasar Ikan Balekambang untuk selalu menaati protokol kesehatan.

“Kegiatan ini sebagai upaya mencegah masuknya virus Covid-19 dari luar Kota Solo,” katanya.

Tim Satgas Covid-19 Kota Solo saat ini meningkatkan lagi kegiatan pencegahan penularan virus Covid-19. Pasalnya saat ini kasus terpaparnya virus Covid-19 di Kota Solo dan daerah di sekitarnya mengalami kenaikan. Bahkan virus Covid-19 varian dari India juga telah masuk ke daerah sekitar Solo, setelah sebelumnya menjangkiti warga Kudus.

Salah satu pengunjung Pasar Ikan Balekambang, Agus mengaku awalnya kaget dengan kegiatan dari Tim Satgas Covid-19 Kota Solo itu.

“Kaget, terus sempat takut juga saat di tes. Alhamdulillah hasilnya negatif,” ujar warga Semarang itu.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan pihaknya  telah menyiapkan sanksi tegas untuk memberikan efek jera dan mendisiplinkan masyarakat Kota Solo yang saat ini mulai abai dengan Prokes.

“Masih kami lihat banyak warga mulai abai dengan protokol kesehatan. Di Pasar tradisonal, di kampung dan pusat kegiatan masyarakat lainnya saya lihat sendiri banyak yang idak memaki masker, Itu bahaya sekali,” ungkap Gibran. (Uti Farinzi) ***

Tinggalkan Komentar