Nasional
Menag Ajak Masyarakat Hijrah dan Tinggalkan Hoaks di Tahun Baru Islam

Menteri Agama Nasaruddin Umar ajak warga tinggalkan hoax di Tahun Baru Islam. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan momentum 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai titik awal untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, produktif, dan berakhlak mulia.
Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menghadiri wisuda Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah di Jakarta, Selasa (16/6). Menurutnya, Tahun Baru Islam tidak sekadar menjadi penanda pergantian kalender Hijriah, tetapi juga momentum refleksi diri untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan membangun perilaku yang lebih positif.
“Hijrah harus dimaknai sebagai perubahan dari kebiasaan yang kurang baik menuju kebiasaan yang lebih baik, dari pola hidup konsumtif menjadi lebih produktif,” ujar Nasaruddin.
Ia menegaskan bahwa semangat hijrah yang dicontohkan dalam sejarah Islam perlu diwujudkan dalam perubahan pola pikir, cara hidup, dan orientasi masa depan. Masyarakat diharapkan tidak terus terjebak dalam masa lalu, melainkan fokus menciptakan kehidupan yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Selain mendorong perbaikan diri, Menag juga menyoroti pentingnya etika dalam bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi informasi harus dibarengi dengan tanggung jawab moral dalam menggunakan ruang digital.
Nasaruddin mengingatkan bahwa penyebaran informasi palsu atau hoaks berpotensi menimbulkan perpecahan dan mengganggu keharmonisan sosial. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk meninggalkan kebiasaan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan media sosial sebagai sarana membuka atau membicarakan aib orang lain. Sebaliknya, platform digital seharusnya dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan positif, nilai edukasi, toleransi, serta memperkuat karakter bangsa.
Menurut Nasaruddin, media digital memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang lebih baik apabila digunakan secara bijak. Konten yang mengedepankan akhlak, persaudaraan, dan nilai kemanusiaan dapat menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan ruang publik yang sehat.
Menutup pesannya, Menag mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki akhlak dan memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan. Ia berharap semangat hijrah dapat melahirkan pribadi-pribadi yang membawa kedamaian, keberkahan, serta kemajuan bagi bangsa Indonesia.
“Marilah kita meninggalkan hoaks, meninggalkan kebiasaan membicarakan keburukan sesama, dan bersama-sama memperbaiki akhlak untuk kehidupan yang lebih baik,” katanya.***













