Olahraga
Mekadata Juara, Miranda S. Gultom Tutup Turnamen Bridge Ernst Gultom Memorial 2026

Mantan Ketua Umum PB GABSI selama dua periode, Miranda S. Gultom, penggagas sekaligus sponsor utama Turnamen Bridge Ernst Gultom Memorial, kembali menunjukkan kecintaannya terhadap olahraga bridge. (Foto: Istimewa)
Oleh: Bert Toar Polii
FAKTUAL INDONESIA: Regu Mekadata tampil sebagai juara Ernst Gultom Memorial 2026 setelah pada Grand Final mengalahkan Jaya Abadi dalam pertandingan yang berlangsung seru di Xendit Hall, Menara Sentraya, Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Mekadata diperkuat oleh Taufik Asbi, Vincent N., David P. H., Robert Tobing, dan Julius A. George. Pertandingan final yang disiarkan ke seluruh dunia melalui Bridge Base Online (BBO) berlangsung menarik dan penuh ketegangan.
Pada segmen kedua, Jaya Abadi sempat unggul tipis dan berusaha mengejar ketertinggalan, namun keunggulan Mekadata yang dibangun pada segmen sebelumnya tidak lagi mampu dikejar hingga pertandingan usai. Hasil lengkap pertandingan dapat dilihat melalui aplikasi Bridge Pocket, karya anak bangsa yang dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store.
Regu Jaya Abadi yang menjadi runner-up diperkuat oleh Vicky Sanjaya, Tatang Kristiadi, Santje Panelewen, Joice T., Suci Amita Dewi, dan Lusje O. Bojoh.
Sebagai juara, Mekadata menerima Plakat Ernst Gultom Memorial serta uang pembinaan sebesar Rp20 juta, sedangkan Jaya Abadi memperoleh plakat dan uang pembinaan sebesar Rp15 juta.
BTC Raih Peringkat Ketiga
Pada pertandingan perebutan tempat ketiga, regu BTC berhasil mengalahkan Djarum Bold.
BTC diperkuat oleh Thoriq, Sacchariawan I. P., Ferry Nardo S. T., Youberth J. Sumarauw, Ronny Eltanto, dan Elwindra. Atas prestasi tersebut, BTC berhak menerima plakat dan uang pembinaan sebesar Rp10 juta.
Sementara itu, Djarum Bold yang diperkuat oleh Kamto, Nettin, M. Hasyimi, Fransisca Tri M., Monica Ayu T., dan Ego Agnes A. harus puas di peringkat keempat dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp5 juta.
Ganesha Apical Juara Consolation Swiss Teams
Di nomor Consolation Swiss Teams, regu Ganesha Apical tampil sebagai juara. Tim ini diperkuat oleh Jeffrey Laoh, Syahrial Ali, Noldy Ngantung, Adjat A., Giovani Watulingan, dan Hendrik V. Manoppo.
Sebagai juara, mereka menerima plakat serta uang pembinaan sebesar Rp5 juta.
Posisi kedua diraih Djarum Black yang diperkuat oleh Paulus Sugandi, Jemmy Bojoh, M. Apin Nurhalim, Anthony Soebroto, Leslie Gontha, dan Kristina Wahyu. Mereka memperoleh plakat serta uang pembinaan sebesar Rp3 juta.
Miranda S. Gultom: Bridge Harus Semakin Terbuka untuk Daerah
Sebelum penyerahan hadiah, Miranda S. Gultom, penggagas sekaligus sponsor utama Ernst Gultom Memorial, secara resmi menutup turnamen.
Mantan Ketua Umum PB GABSI selama dua periode tersebut kembali menunjukkan kecintaannya terhadap olahraga bridge. Meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum, komitmennya untuk mendukung perkembangan bridge Indonesia tetap tidak berubah.
Bahkan, Miranda mengumumkan bahwa pada tahun depan penyelenggaraan turnamen akan diperluas. Selain Ernst Gultom Memorial, akan diselenggarakan pula Turnamen Wanita dan Turnamen Junior.
Ketiga event tersebut tetap menggunakan konsep hybrid, yaitu babak penyisihan secara online dan Grand Final secara offline di Jakarta.
Model ini dipilih agar semakin banyak pemain dari berbagai daerah dapat berpartisipasi tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan yang besar pada babak awal.
Lebih jauh lagi, panitia berencana memberikan subsidi bagi peserta wanita dari daerah, sedangkan seluruh peserta junior yang lolos ke Grand Final akan ditanggung oleh sponsor. Langkah ini diharapkan menjadi investasi nyata bagi pembinaan atlet bridge Indonesia di masa depan.
Sampai Berjumpa Tahun Depan
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan makan malam.
Doa makan malam dipimpin oleh putri almarhum Ernst Gultom, Yohana M. L. Gultom, S.Sos., MIA, M.Phil., Ph.D.
Mengapa tukang bridge menuliskan gelar akademiknya secara lengkap? Karena bagi kami, sahabat-sahabat almarhum Ernst Gultom yang mengenalnya begitu dekat—termasuk sisi usil dan “bandelnya” semasa muda—rasanya sulit membayangkan bahwa beliau berhasil mendidik putra-putrinya hingga mencapai prestasi akademik yang begitu membanggakan. Itu menjadi warisan yang tak kalah berharga dari segala prestasinya di dunia bridge.
Ernst Gultom Memorial 2026 telah berakhir dengan sukses. Namun yang lebih penting, turnamen ini kembali menegaskan bahwa semangat persahabatan, pembinaan, dan kecintaan terhadap olahraga bridge akan terus hidup.
Sampai berjumpa pada Ernst Gultom Memorial 2027, dengan skala yang lebih besar dan peserta yang semakin luas dari seluruh Indonesia. ***














