Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Senin 3 Agustus 2926: Melemah Tipis Didorong Penurunan 8 Saham, Berpotensi Rebound Terbatas

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Meski sempat dibuka menguat namun tekanan jual di penghujung sesi II membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (3/8/2026). (Foto: Istimewa)

Meski sempat dibuka menguat namun tekanan jual di penghujung sesi II membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (3/8/2026). (Foto: AI/Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan awal pekan di zona merah. Pada penutupan pasar Senin (3/8/2026), IHSG tercatat melemah tipis sebesar 1,63 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.234,50.

Padahal saat pembukaan perdagangan saham Senin pagi, IHSG dibuka menguat 36,49 poin atau 0,59 persen ke posisi 6.272,62. IHSG kemudian bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan meski bergerak bervariasi (volatile) di rentang 6.212,55 – 6.273,32 sepanjang hari.  Tekanan jual di penghujung sesi II membuat indeks saham Indonesia tak mampu bertahan di zona hijau.

Untuk kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,69 poin atau 0,43 persen ke posisi 623,93. Indeks LQ45 sudah mengaut sejak pembukaan dengan naik 6,05 poin atau 0,97 persen ke posisi 627,29.

Untuk tingkat regional, IHSG tidak sendirian melemah. Pada bursa saham Asia, indeks Nikkei melemah 1,02% ke 63,704,00, indeks Shanghai melemah 0,59% ke 3.809,66, indeks Shenzhen melemah 0,96% ke 23.448,29, indeks Kospi melemah 0,48% ke 26.009,40, dan indeks Strait Times melemah 0,50% ke 5.600,53.

Sentimen Geopolitik Timur Tengah

Advertisement

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin, mengemukakan, IHSG BEI menurun  dipicu oleh sentimen tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Mengawali bulan ini, bursa regional Asia bergerak melemah, tampaknya pasar dipengaruhi dari beberapa sentimen perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan serangan yang direncanakan terhadap Iran,” kata Nico seperti dilansir Media Indonesia, Senin.

Dari mancanegara, Trump mengatakan Arab Saudi dan sekutu utama Timur Tengah lain telah mendesaknya untuk menghentikan serangan yang direncanakan dan melanjutkan negosiasi, sambil terus menekan untuk pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat.

Namun demikian, pasar tampaknya masih ragu terhadap de-eskalasi AS dengan Iran, dikarenakan sering berulang kali namun belum menghasilkan kesepakatan perdamaian yang permanen.

Selain itu, pelaku pasar merespon sikap Trump, terkait tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, yang mana Trump menolak untuk menjawab. Dari kawasan Asia, survei swasta menunjukkan bahwa PMI Manufaktur China menurun ke level terendah dalam empat bulan di angka 50,9 pada Juli 2026, dari sebelumnya 51,7 pada Juni 2026, meleset dari perkiraan 51,5.

Advertisement

Sementara itu, Bank sentral China (PBOC) menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung perekonomian, termasuk menerapkan kebijakan moneter yang akomodatif secara moderat, menggunakan instrumen kebijakan secara fleksibel, menjaga likuiditas yang cukup, dan membimbing lembaga keuangan untuk memastikan pertumbuhan kredit yang seimbang.

Dari dalam negeri, indeks manufaktur Indonesia naik menjadi 50,2 pada Juli 2026 dari sebelumnya 46,9 pada Juni 2026, namun, pasar memiliki pandangan pertumbuhannya masih melambat akibat mahalnya bahan baku, penurunan ekspor, serta sikap hati-hati pelaku usaha.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mencatatkan deflasi sebesar 0,14% month to month (mtm), dan mencatatkan inflasi sebesar 2,88% year on year (yo), atau di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,2% (yoy) dan tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5%.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 450 juta dolar AS pada Juli 2026.

Prediksi Selasa, 4 Agustus 2026

Advertisement

Analis pasar modal menilai pelemahan tipis pada awal pekan ini merupakan bagian dari konsolidasi wajar setelah IHSG mengalami penguatan pada pekan sebelumnya.

Untuk perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, IHSG diproyeksikan berpotensi rebound terbatas dengan mencermati rilis data makroekonomi domestik (seperti pertumbuhan ekonomi PDB Q2 dan inflasi) serta pergerakan bursa global.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, Stochastic RSI mengalami reversal di area pivot dan histogram MACD masih bertahan di area positif.

“Sehingga diperkirakan IHSG masih berpotensi rebound dan menguji resistance di level 6.250-6.300,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya yang dilansir investor.id, Senin.

Sementara itu, MNC Sekuritas mengatakan, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6.352-6.545. Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.122-6.180. 

Advertisement

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham AMMN, ARCI, BWPT, dan HRUM untuk trading esok.

Area Kunci (Technical Levels)

  • Support Terdekat:180 – 6.200
  • Resistance Terdekat:300 – 6.380

Sektor Teknologi Tertekan

Secara sektoral, pelemahan IHSG hari ini didorong oleh penurunan di 8 sektor saham. Sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi penekan utama dengan koreksi terdalam mencapai 1,52 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor keuangan yang turun masing-masing sebesar 0,72% dan 0,63%.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang menguat sebesar 1,47%, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 1,46% dan 0,42%.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JKON, MITI, TMPO, KDTN dan TRUK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TCPI, NSSS, BUVA, INDY dan OPMS.

Advertisement

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.311.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,64 miliar lembar saham senilai Rp14,31 triliun.

Sebanyak 300 saham menguat, 374 saham melemah, dan 289  saham ditutup stagnan. Total nilai transaksi harian tercatat sebanyak 2.311.000 kali mencapai Rp14,38 triliun dengan volume perdagangan 38,78 miliar saham.

Ringkasan Rapor IHSG Hari Ini

ParameterCatatan Perdagangan (3 Ags 2026)
Posisi Penutupan6.234,50
Perubahan-1,63 poin (-0,03%)
Rentang Harian6.212,55 – 6.273,32
Top Gainer HarianJKON (+34,85%), MITI (+34,57%)
Proyeksi Pergerakan (4 Ags 2026)Konsolidasi / Rebound Terbatas (Support: 6.200

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement