Connect with us

Nasional

BNPB: Korban Gempa NTT Capai 136 Orang, 70 Persen Rumah Terverifikasi

Diterbitkan

pada

Gempa NTT mengakibatkan 136 orang tewas. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 136 orang. Sebanyak 88 orang di antaranya meninggal dunia secara tidak langsung setelah sempat mendapatkan penanganan medis.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban dalam bencana yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tersebut.

“Kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya terkait meninggalnya sejumlah warga Indonesia akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari gempa bumi,” kata Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/9/2026).

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa tersebut menyebabkan kerusakan besar pada bangunan warga. BNPB mencatat sebanyak 102.384 rumah terdampak dengan tingkat kerusakan yang terbagi dalam kategori berat, sedang, dan ringan.

Untuk memastikan bantuan pemulihan hunian diberikan secara tepat sasaran, BNPB bersama pemerintah daerah masih melakukan verifikasi lapangan terhadap tingkat kerusakan rumah warga.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan proses pendataan dan verifikasi telah mencapai sekitar 70 persen dari keseluruhan target bangunan yang terdampak.

Advertisement

“Targetnya seluruh rangkaian proses verifikasi data fisik rumah rusak tersebut dapat dirampungkan secara menyeluruh pada pekan depan agar tahapan pencairan bantuan perbaikan dapat segera dieksekusi,” ujar Berton.

Sementara itu, BNPB terus menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih berada di lokasi pengungsian. Total bantuan logistik darurat yang telah disalurkan mencapai 2.178 ton melalui dua posko utama di NTT.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.379 ton didistribusikan melalui pos di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Sementara 664 ton lainnya disalurkan melalui Maumere, Kabupaten Sikka.

BNPB menargetkan proses verifikasi seluruh rumah terdampak dapat diselesaikan pada pekan depan. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar untuk mempercepat pencairan bantuan perbaikan hunian bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement