Connect with us

Nasional

Pekerja Migran Naik Kelas, Menko Muhaimin: Mulai Juni Siap Memberangkatkan Skilled Workers ke Berbagai Negara

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Pekerja Migran Naik Kelas, Menko Muhaimin: Mulai Juni Siap Memberangkatkan Skilled Workers ke Berbagai Negara

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan pekerja migran Indonesia disiapkan jadi tenaga kerja global berkualitas usai Rakor) bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Kemenko PM)

FAKTUAL INDONESIA: Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah berkomitmen memastikan pekerja migran Indonesia tidak hanya terlindungi, tetapi juga naik kelas menjadi tenaga profesional yang kompeten, produktif, dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) A. Muhaimin Iskandar, Pemerintah terus memperkuat strategi transformasi pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi tenaga kerja terampil dan berdaya saing global.

Baca Juga : Gebrakan Baru untuk Pekerja Migran di Taiwan: Dari Perlindungan Berlapis hingga 10 Ribu Lowongan Sektor Perhotelan

“Insya Allah mulai Juni, Juli, September sudah mulai siap memberangkatkan skilled workers ke berbagai negara,” kata Menko PM Muhaimin usai melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (24/2/2026)..

Dengan strategi ini, PMI diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pekerja informal semata, melainkan sebagai bagian dari kekuatan tenaga kerja Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.

Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam siaran persnya melansir, Muhaimin menegaskan bahwa arah kebijakan penempatan ke depan tidak lagi berorientasi pada kuantitas semata, melainkan kualitas dan akses ke negara-negara dengan standar upah tinggi serta sistem perlindungan yang kuat.

Advertisement

Baca Juga : Kawal Suara Pahlawan Devisa: Menteri Mukhtarudin dan KPU RI Bersinergi Amankan Hak Pilih Pekerja Migran

“Saya dan Pak Menteri P2MI akan segera rapat dengan duta-duta besar melalui online maupun langsung menyangkut prospek pasar dan persiapan pemberangkatan tenaga kerja skill, minimal lulusan SMK dan SMA untuk bisa bekerja sebanyak-banyaknya di sektor-sektor yang memberi keuntungan banyak kepada para pekerja kita,” ujar Muhaimin.

Cak Imin, demikian panggilan akrab Muhaimin, menyoroti pentingnya peran atase ketenagakerjaan dan perwakilan RI di luar negeri untuk membuka akses pasar kerja yang lebih luas, termasuk ke negara-negara dengan standar gaji tinggi dan jaminan sosial yang lebih baik.

“Saya sampaikan kepada para duta besar di berbagai negara untuk segera menyiapkan satu skema bisnis proses yang lebih detail,” ucapnya.

Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan PMI sebagai tenaga kerja global berkualitas sekaligus motor penguatan ekonomi nasional.

Remitansi pekerja migran yang setiap tahun mencapai ratusan triliun rupiah telah menjadi penopang ekonomi keluarga dan penggerak daya beli masyarakat di berbagai daerah.

Advertisement

Baca Juga : Apresiasi Aksi Heroik Pekerja Migran Sugianto di Korea Selatan, Menteri P2MI Mukhtarudin Janji Berikan Tabungan Anak

Pemerintah menargetkan lulusan minimal SMA/SMK dan pendidikan vokasi untuk mengisi peluang kerja di sektor-sektor strategis di berbagai negara tujuan. Di antaranya, Jepang, Korea, Eropa, Amerika dan berbagai negara tujuan lainnya.

“Jadi, kita tidak ingin di bawah SMK atau SMA yang berangkat ke luar negeri. Karena kalau tingkat pendidikan di bawah itu banyak mengandung resiko, terutama menjadi pekerja domestic workers,” tegasnya.

“Dengan skilled workers itu peluangnya sangat bagus sehingga tugas kami, terutama Kementerian P2MI untuk memfasilitasi itu dan Pak Presiden sangat support agar warga kita yang ingin bekerja ke luar negeri dengan prospek yang bagus itu difasilitasi,” jelas Muhaimin.

Selain itu, pemerintah mendorong penguatan ekosistem pelatihan terpadu, mulai dari peningkatan kualitas SMK, pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pasar internasional, hingga sertifikasi kompetensi berstandar global. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement