Nasional
Banjir Melanda Sejumlah Kawasan di Denpasar

Banjir melanda Bali sejak kemarin. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Banjir merendam sejumlah wilayah di Denpasar, Bali, akibat hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir. Salah satu titik terdampak berada di Jalan Hang Tuah, Gang Cempaka Putih, dengan puluhan rumah warga terendam air hingga mencapai ketinggian sekitar satu meter.
Luapan sungai yang berada di dekat permukiman menjadi pemicu utama banjir. Debit air yang terus meningkat membuat sungai tidak mampu lagi menampung aliran, sehingga meluap dan menggenangi kawasan hunian warga.
Baca Juga : Gegara Banjir, TransJakarta Hentikan Sejumlah Layanan
Air tidak hanya merendam halaman, tetapi juga masuk ke dalam rumah dan menggenangi perabotan. Sejumlah kendaraan milik warga turut terendam karena tidak sempat dipindahkan. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat setempat terganggu.
Salah seorang warga, Wayan Titin, mengatakan air mulai masuk ke dalam rumah hingga setinggi lutut orang dewasa. Ia menegaskan banjir terjadi akibat luapan sungai, bukan karena saluran gorong-gorong yang tersumbat.
Baca Juga : Rehabilitasi Pascabanjir Sumatra, Menag Nasaruddin Ungkap Ribuan Ponpes, Rumah Ibadah, Ratusan Madrasah, KUA Sudah Beroperasi
“Di sini memang rawan banjir, apalagi kalau hujan sampai tiga hari. Kalau hanya satu atau dua hari biasanya tidak sampai banjir. Air masuk ke dalam rumah sampai selutut,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Menurut dia, ketika curah hujan tinggi berlangsung beberapa hari berturut-turut, air sungai pasti meluap dan mengalir ke kawasan permukiman yang berada di dataran lebih rendah.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Kadek Dodik. Ia menyebut air mulai naik sejak Selasa dini hari sekitar pukul 00.00 Wita setelah hujan turun dengan intensitas tinggi.
Baca Juga : Mensos Gus Ipul Serahkan Santunan Korban Banjir Deli Serdang: Ahli Waris Terima Rp15 Juta
“Ini sudah jadi langganan setiap tahun, apalagi kalau hujan lebih dari satu hari. Saluran drainase di sini hanya satu, sementara wilayah ini dataran rendah, jadi semua air mengalir ke sini,” katanya.
Meski banjir kerap terjadi setiap tahun, warga menilai kejadian kali ini lebih parah dari biasanya karena ketinggian air lebih tinggi dan genangan bertahan lebih lama.
Mereka berharap ada penanganan permanen untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut, mengingat posisi permukiman yang lebih rendah dibanding wilayah sekitarnya membuat daerah ini rawan terdampak setiap musim hujan.***











