Connect with us

Nasional

Membahayakan, Gunung Anak Krakatau Masih Keluarkan Lontaran Bebatuan Pijar

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kondisi Gunung Anak Krakatau ( GAK) di Perairan Selat Sunda ketika tidak tertutup  kabut

Kondisi Gunung Anak Krakatau ( GAK) di Perairan Selat Sunda ketika tidak tertutup kabut

FAKTUAL-INDONESIA: Saat ini, sekitar Gunung Anak Krataru di Perairan Selat Sunda cukup membahayakan karena masih mengeluarkan lontaran bebatuan pijar.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Aanak Kratau di Pasauran Kabupaten Serang,  Deni Mardiono mengemukakan, nelayan, pengunjung wisatawan dan pendaki gunung dilarang mendekati kawasan gunung.

Sebab, dikhawatirkan terdampak batu pijar yang suhunya cukup panas dan mematikan dari lontaran Gunung Anak Krakatau.

“Kami merekomendasikan sekitar 5 kilometer untuk jarak aman dari kawasan erupsi GAK,” katanya.

Status Gunung Anak Krakatau ( GAK) di Perairan Selat Sunda hingga kini masih siaga level III dengan jarak aman radius lima kilometer dari titik erupsi.

Advertisement

“Kita minta nelayan, pendaki gunung maupun wisatawan tidak mendekati lokasi erupsi, ” kata Deni Mardiono saat dihubungi media antaranews.com di Serang, Jumat.

Aktivitas GAK mulai pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB dengan ketinggian letusan 157 meter dan kegempaan terjadi dua kali dengan amplituda 17-23 mm dan durasi 13-23 detik.

Law frekuensi dua kali kejadian amplituds 9-15 mm, durasi 8-12 detik dan vulkanik dalam tiga kali kejadian amplituda 47-55 mm, S-P 1.9-2.3 detik serta durasi 17-23 detik.

Sedangkan, ujar dia, microtremor amplituda 1-18 mm dan Amp dominan 2 mm.

Kondisi GAK secara visual kabut dan tertutup dengan cuaca berawan, mendung dan hujan.

Advertisement

Selama ini, kata dia, status GAK masih Siaga Level III sejak ditetapkan tanggal 22 April 2022. ***

Lanjutkan Membaca