Nasional
Kamis Malam, Gunung Semeru Kembali Erupsi setelah Jeda Di Siang Hari

Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) erupsi, Kamis (26/3/2026), pukul 06.05 WIB, dengan tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). (Magma Indonesia)
FAKTUAL INDONESIA: Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi Kamis (26/3/2026) malam, setelah sempat jeda sepanjang siang hari. Di pagi hari, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu sempat tercatat dua kali erupsi.
Demikian informasi letusan yang dilansir laman Magma Indonesia pada Kamis malam berdasarkan laporan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi (BG) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 26 Maret 2026, pukul 21:37 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 155 detik,” tulis petugas PVMBG, Sigit Rian Alfian.
Ini merupakan erupsi ketiga Gunung Semeru setelah dua kali erupsi di pagi hari. Dua erupsi di pagi hari ini, pukul 06.05 dan 05.28, teramati dengan jelas oleh petugas PVMBG.
Petugas PVMBG, Yadi Yuliandi, A.Md melaporkan: “Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 26 Maret 2026, pukul 06:05 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 148 detik.”
Sedangkan erupsi awal di hari ini, dicatat oleh Petugas PVMBG, Mukdas Sofian, A.Md. Dia menulis Gunung Semeru erupsi pukul 05:28 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 126 detik.
PVMBG mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat sehubungan dengan aktivitas Gunung Semeru:
- Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
- Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
- Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***














