Connect with us

Nasional

Empat Kali Erupsi dari Pagi hingga Siang, Tinggi Letusan Gunung Semeru Meningkat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Empat Kali Erupsi dari Pagi hingga Siang, Tinggi Letusan Gunung Semeru Meningkat

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) empat kali erupsi pada Minggu (7/9/2024) pagi hingga siang dengan tinggi letusan meningkat

FAKTUAL INDONESIA: Tinggi letusan Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) meningkat dalam empat kali erupsi Minggu (7/9/2025), pagi hingga menjelang siang.

Dalam dua kali erupsi awal, Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu melontarkan letusan dengan tinggi masing-masing 500 meter.

Namun dalam dua kali erupsi berikutnya, tinggi letusan Gunung Semeru meningkat mencapai 700 meter.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian mengemukakan, erupsi Gunung Semeru pertama terjadi pada pukul 04.51 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi pada 25 Agustus 2025, Tinggi Letusan Capai 700 Meter

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik.

“Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.176 mdpl,” kata Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Advertisement

Seperti dilansir viva.co.id, menurutnya kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 09.49 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl).

Baca Juga : Gunung Semeru Alami Erupsi Empat Kali pada 21 Agustus 2025

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 137 detik.

Erupsi keempat terjadi pada pukul 11.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.

“Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik,” katanya.

Advertisement

Mukdas mengatakan Gunung Semeru masih berstatus Waspada atau Level II, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Baca Juga : Kamis Pagi, Gunung Semeru Erupsi Empat Kali dengan Lontarkan Abu Setinggi 1 Km

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement