Connect with us

Nasional

Aktivitas Gunung Berapi: Lewotobi Erupsi 7 Menit, Ibu Hembuskan Awan Abu Terbesar, Dempo Ditup Sepekan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Aktivitas Gunung Berapi: Lewotobi Erupsi 7 Menit, Ibu Hembuskan Awan Abu Terbesar, Dempo Ditup Sepekan

Gumpalan awan yang membumbung tinggi menandai aktivitas erupsi Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara (Malut) dan Gunung Dempo di Pagar Alam, Sumatera Selatan

FAKTUAL INDONESIA: Aktivitas gunung berapi terjadi di wilayah Timur dan Barat Indonesia dengan disertai hujan abu, awan abu dan gas asap.

Di Timur Indonesia, Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara (Malut) erupsi dengan mengeluarkan hujan abu dan awan abu terbesar.

Sedangkan di Barat Indonesia, Gunung Dempo di Pagar Alam, Sumatera Selatan mengeluarkan gas-asap yang dapat membahayakan bagi manusia sehingga ditutup selama sepekan.

Dari pantauan media online beritasatu.com, antaranews.com dan mediaindonesia.com, aktivitas gunung berapi di wilayah Indonesia itu terjadi Minggu.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengemukakan, erupsi terakhir Gunung Lewotobi terekam pada pukul 07.31 WITA dengan ketinggian mencapai 700 meter di atas puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.

Advertisement

Erupsi yang berlangsung lebih kurang tujuh menit itu menyebabkan hujan abu di beberapa wilayah desa.

Baca Juga: Aktivitas Gunung Berapi: Semeru Erupsi 8 Kali, Lewotobi Laki-Laki 3 Kali, Lava Ile Lewotolok Mengancam

Warga di enam desa di Kabupaten Flores Timur, diminta mewaspadai potensi bahaya abu vulkanis akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Enam desa tersebut adalah Desa Nawokote, Klatanto, dan Hokeng Jaya yang berada di Kecamatan Wulanggitang dan  Desa Dulipali, Nobo, dan Nurabelen di Kecamatan Ile Bura.

“Warga di enam desa tersebut diimbau mengenakan masker untuk melindungi diri dari hujan abu vulkanis yang dihasilkan oleh erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki,” ujar Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Wilayah Nusa Tenggara Badan Geologi, Zakarias Ghele Raja, Minggu (2/6/2024).

Dikatakan Zakaria, erupsi yang sering terjadi saat ini menghasilkan abu vulkanis yang menyebabkan hujan abu di beberapa desa di sekitar kaki Gunung Lewotobi. Dilaporkan dalam sebulan terakhir terjadi peningkatan frekuensi gempa.

Menurutnya, peningkatan frekuensi gempa didominasi oleh gempa vulkanis yang menunjukkan masih adanya suplai magma dari dalam bumi, yang menyebabkan erupsi hampir setiap hari.

Advertisement

“Peningkatan frekuensi gempa yang signifikan sejak akhir April hingga saat ini berdampak pada erupsi terkini,” katanya.

Baca Juga: Aktivitas Gunung Berapi: Awan Panas Letusan Semeru Diselimuti Kabut, Lewotobi Laki-laki Erupsi hampir Tiap Hari

Masyarakat dan wisatawan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga diimbau menghindari aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi gunung dan tiga kilometer pada arah utara-timur laut dan lima kilometer pada sektor timur laut.

Gunung Lewotobi adalah gunung api kembar yang terdiri dari dua puncak, yaitu Lewotobi Laki-laki dan Lewotobi Perempuan. Tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada level II atau waspada, sementara Lewotobi Perempuan berada pada level I atau normal.

Awan Abu Terbesar

Awan abu vulkanik setinggi tujuh kilometer membumbung ke angkasa akibat peristiwa erupsi Gunung Ibu yang terletak di barat laut Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Advertisement

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ibu Axl Roeroe mengatakan letusan itu terjadi siang ini pada pukul 12.45 WIT menghasilkan kolom abu tebal berwarna kelabu hingga hitam mengarah ke barat.

“Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 373 detik,” kata Roeroe dalam laporan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Sejak Gunung Ibu menyandang status awas terhitung pada 16 Mei 2024 lalu, awan abu yang tercipta akibat letusan siang ini adalah yang terbesar.

Baca Juga: Gunung Ibu di Maluku Utara Kembali Beraktivitas, Lontarkan Abu Setinggi 5 Kilometer

Gunung Ibu merupakan gunung api tipe strato dan memiliki ketinggian puncak 1.340 meter di atas permukaan laut. Secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Badan Geologi menerbitkan peringatan Volcano Observation Notice for Aviation (VONA) dengan kode merah untuk area Maluku Utara. Layanan VONA untuk memberitahu pilot, operator, manajer lalu-lintas udara, hingga ahli meteorologi mengenai sebaran abu vulkanik demi keamanan penerbangan.

Advertisement

Badan Geologi meminta masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius empat kilometer dan perluasan sektoral berjarak tujuh kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Badan Geologi melakukan pengamatan secara visual dan instrumental dari pos pengamatan gunung api yang berlokasi di Desa Gam Ici, Kecamatan ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Pendakian Dempo Ditutup

Sementara itu aktivitas pendakian puncak Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan ditutup sementara selama sepekan ke depan yang terhitung mulai hari ini Minggu 2 Juni – 8 Juni 2024.

Penutupan aktivitas pendakian dilakukan atas imbauan dari Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) karena kejadian gempa erupsi di kawah gunung api setinggi 3.159 meter di atas permukaan laut itu.

Advertisement

Ketua Balai Registrasi Pendakian Gunung Dempo Arindi mengatakan dalam imbauan tersebut, masyarakat ataupun wisatawan dilarang mendekati dan berkemah di kawah sebagai pusat aktivitas Gunung Dempo dalam radius 1 kilometer, serta arah bukaan kawah sejauh 2 kilometer ke sektor utara.

Menurut analisa ahli geologi hal tersebut dikarenakan kawah sebagai pusat erupsi sedang mengeluarkan gas-asap yang dapat membahayakan bagi manusia.

Baca Juga: Semeru Meletus 4 Kali Hari Ini, Terbanyak Sepanjang Tahun 2023 dibandingkan 8 Gunung Api

Kendati demikian, Arindi menyebutkan bagi masyarakat maupun wisatawan yang telah/hendak melancong ke Kota Pagar Alam masih diperbolehkan untuk beraktivitas di wilayah perkampungan afdeling IV yang menjadi titik awal pendakian, atau destinasi wisata alam setempat yang berada dalam radius tidak membahayakan.

“Boleh karena di luar radius yang membahayakan sehingga aman untuk dikunjungi dengan tetap meningkatkan kewaspadaan,” kata dia.

Advertisement

Ketua tim Gunung Api PVMBG Kementerian ESDM Heruningtyas mengungkapkan satelit pemantau di posko pengamatan Gunung Dempo merekam adanya aktivitas gempa erupsi dengan visual berupa emisi asap berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian maksimal 200 meter di atas danau kawah, Jumat ( 31/5) pukul 03:58 WIB.

Aktivitas yang serupa sebelumnya juga terjadi pada 27 Mei 2024 pukul 04:06 WIB. Saat itu, tim PVMBG merekam gempa erupsi dengan visual berupa emisi asap berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian maksimal 500 meter di atas danau kawah, dan lontaran material erupsi mencapai jarak maksimal 300 meter dari pusat kawah.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Palembang yang Wajib Anda Kunjungi

Tim PVMBG bahkan telah mencatat adanya aktivitas Gunung Dempo di mulai pada 9 Mei 2924 yang ditemukan adanya perubahan warna air di danau kawah dari hijau tosca menjadi abu-abu, dan terlihat kawah mengeluarkan asap berwarna putih dengan intensitas tipis.

Selanjutnya, 12 Mei 2024 pukul 19:11 WIB terekam gempa hembusan dengan amplitudo 30 mm durasi 45 detik. Kemudian warna air danau kawah sempat kembali berubah dari abu-abu menjadi hijau tosca pada 15 Mei.

Advertisement

Namun dua hari setelahnya atau tanggal 17 Mei 2024 warna air danau kawah kembali teramati berubah menjadi abu-abu. PVMBG hingga saat ini masih menetapkan status Gunung Dempo pada level II atau “Waspada”. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement