Connect with us

Nasional

Semeru Meletus 4 Kali Hari Ini, Terbanyak Sepanjang Tahun 2023 dibandingkan 8 Gunung Api

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, meletus empat kali dengan ketinggian 1.000 meter, Senin (15/1/2024)

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, meletus empat kali dengan ketinggian 1.000 meter, Senin (15/1/2024)

FAKTUAL INDONESIA: Gunung api tertinggi di Puala Jawa, Gunung Semeru meletus lagi sebanyak empat kali, Senin (15/1/2024), dengan tinggi 1000 meter.

Letusan itu makin menunjukkan Semeru sebagai gunung api teraktif di Indonesia setelah tahun 2023 tercatat paling banyak erupsi dibandingkan delapan gunung api lainnya.

Secara visual gunung terpantau jelas oleh CCTV pos pantau gunung api (PPGA) dengan intensitas kabut 0 sampai II. Empat kali letusan yang terjadi condong menuju arah timur laut dengan warna putih kelabu.

Sedangkan  Observasi visual dari CCTV di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, memperlihatkan puncak kawah Gunung Semeru menyemburkan abu tebal. Tersisa materi erupsi yang menumpuk di bibir kawah Jonggring Saloko.

Dalam pantuan media, memorandum melaporkan, menurut laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pantau Gunung Semeru, dalam 6 jam terakhir terjadi empat letusan dengan kolom abu setinggi 400-1.000 meter, berwarna putih kelabu condong ke timur laut.

Advertisement

Laporan kegempaan PVMBG mencatat 15 kali gempa letusan dengan amplitudo 11-22 milimeter dan durasi 60-125 detik. Gempa embusan juga terjadi sekali dengan amplitudo 25 milimeter dan durasi 44 detik. Akibat aktivitas vulkanik ini, Gunung Semeru tetap berada pada status level III (Siaga).

Wawan Hadi Siswoyo, Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang, menyatakan tidak ada laporan dampak atas letusan tersebut.

Namun, kondisi Gunung Semeru masih fluktuatif, dan masyarakat di sekitar lereng diminta untuk selalu waspada dan siaga.

Peningkatan signifikan masih belum dimunculkan oleh gunung tertinggi di pulau Jawa tersebut. Pasalnya gunung api, khususnya semeru disebut bersifat fluktuatif, sehingga susah ditebak kondisinya. “Sehingga, kita sebaga masyarakat harus selalu meningkatkan kewaspadaan, koordinasi juga terus dilakukan oleh BPBD,” tambahnya.

Selain awan panas guguran (APG), banjir lahar dingin menjadi ancaman yang harus diwaspadai masyarakat, khususnya bagi yang beraktivitas disekitar lereng dan sungai seperti penambang. “Jadi kami imbau bagi penambang agar tidak melakukan aktivitas saat cuaca sedang mendung. Sehingga saat tampak mau hujan diharapkan agar segera menuju ke pinggir,” pungkasnya.

Advertisement

Terbanyak Erupsi

Sementara itu Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada delapan gunung api yang aktif mengalami erupsi sebanyak 66.197 kali sepanjang tahun 2023.

“Delapan gunung api itu adalah Semeru, Marapi, Anak Krakatau, Dempo, Dukono, Ibu, Ili Lewotolok, dan Lewotobi Laki-laki,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Berdasarkan data Badan Geologi, total erupsi yang terjadi pada delapan gunung api tersebut sebanyak 66.197 kali erupsi.

Gunung api dengan erupsi terbanyak adalah Gunung Semeru mencapai 29.131 kali erupsi, Gunung Ibu 21.100 kali erupsi, Gunung Ili Lewotolok 11.500 kali erupsi, dan Gunung Dukono sebanyak 3.324 kali erupsi.

Advertisement

Selanjutnya, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi sebanyak 696 kali, Gunung Marapi 436 kali erupsi, Gunung Dempo dan Gunung Lewotobi Laki-laki yang masing-masing mengalami lima kali erupsi.

Menteri Arifin mengungkapkan, dampak erupsi paling parah yang terjadi sepanjang tahun 2023 berada di Gunung Marapi yang berlokasi di Sumatera Barat.

Letusan yang terjadi pada 3 Desember 2023 lalu itu berdampak terhadap 75 pendaki dengan rincian 40 pendaki selamat dievakuasi, 11 pendaki mengalami luka-luka, dan 24 pendaki meninggal dunia.

Saat ini Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang berupaya untuk mengoptimalkan dan melakukan modernisasi seluruh sistem pemindahan bencana geologi, termasuk peralatan untuk pengamatan erupsi gunung api.

“Kami juga mengupgrade kemampuan personel-personel yang ada di sana dan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk bisa mengantisipasi dan kerja sama apabila hal-hal yang mendesak perlu segera dilaksanakan,” kata Menteri Arifin. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca