Otomotif
6 Langkah Antisipasi Saat Pecah Ban Pada Mobil di Perjalanan, Ketahui Sebelum Terjadi!

Ilustrasi mengganti ban yang pecah (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Ketika mengendarai mobil, tak selamanya berjalan dengan mulus. Ada saja hal-hal tak terduga ketika berkendara, salah satunya ban pecah ketika di jalan. Pada saat hal tersebut terjadi, mengetahui tentang langkah antisipasi saat pecah ban di jalan diharapkan bisa mempermudah Anda.
Banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan, termasuk pecah ban. Ban yang meletus kerap terjadi saat mobil sedang berjalan cepat. Tak jarang orang-orang refleks menginjak pedal rem saat kondisi tersebut. Tetapi, tindakan tersebut sebenarnya kurang tepat.
Alih-alih memperlambat laju kendaraan, menginjak rem saat pecah justru akan mengalami perubahan arah sehingga sulit dikendalikan. Lantas, apa saja langkah antisipasi saat pecah ban di jalan?
Baca juga: 5 Bahaya Merokok Saat Menyetir Mobil, Hentikan Mulai Sekarang!
Berikut beberapa langkah antisipasi saat pecah ban di jalan yang telah faktualid.com rangkum dari Auto200 dan sumber lainnya.
Daftar isi
1. Jangan panik
Langkah antisipasi saat pecah ban di perjalanan yang pertama yaitu jangan panik. Pecah ban memang hal biasa. Beda ceritanya jika pecah ban terjadi saat mobil sedang dipacu pada kecepatan tinggi. Sebagian pengemudi yang awal pasti merasakan rasa panik.
Meski kondisi tersebut berbahaya dan dapat mengancam nyawa, bukan berarti tidak bisa kendalikan. Kuncinya adalah jangan panik. Usahakan untuk memeluk stir atau kemudi mobil saat ban pecah untuk mengendalikan mobil serta tidak menginjak rem secara mendadak.
2. Hindari rem mendadak
Sudah disinggung sebelumnya bahwa ketika ban pecah di jalan, Anda disarankan untuk tidak menginjak rem merupakan tindakan yang salah sebagai langkah antisipasi saat pecah ban. Pasalnya, meninjak rem akan menyebabkan beban berpindah ke depan dan setir akan mengarah ke ban yang pecah.
Meski mobil sudah dilengkap fitur ABS, namun kondisi ban yang sudah tidak memiliki gerigi atau grip membuat pengemudi sulit untuk mengendalikan gerakan mobil. Bahkan, pengereman terlalu keras saat panik memungkinkan mobil bisa terpelanting dan terbalik.
3. Tahan lurus kemudi
Langkah antisipasi saat pecah ban berikutnya yaitu mengendalikan kemudi secara lurus. Ketika ban pecah di jalan, rasakan dan perhatikan ban sebelah mana yang meletus. Tahan lurus kemudi jika ban depan yang pecah agar setir tidak terbawa ke arah ban pecah.
Apabila ban pecah ada di belakang, hal ini agak sedikit lebih mudah dikendalikan sebab kontrol kemudi berada di ban depan. Pastikan Anda tidak melakukan manuver yang bisa menyebabkan mobil sulit dikendalikan, seperti membelokkan setir ke arah berlawanan yang berpotensi mobil terbalik.
Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Jamur di Kaca Mobil, Tak Perlu ke Salon
4. Jangan injak pedal kopling dan menetralkan persneling
Selain mengendalikan kemudi, langkah antisipasi saat pecah ban yang perlu Anda lakukan adalah tidak menginjak pedal kopling dan memposisikan gigi ke netral.
Jika terjadi pada mobil manual, hindari menginjak kopling karena hanya akan membuat mobil meluncur tanpa terkendali sehingga tidak tertahan oleh beban putaran mesin. Sama halnya dengan memindahkan persneling ke netral sebeb putaran ban tidak tertahan oleh putaran mesin.
5. Kurangi kecepatan
Setelah Anda melakukan langkah antisipasi saat pecah ban di jalan sebelumnya, yakni tidak menginjak pedal kopling dan memposisikan gigi ke netral, kurangi kecepetan dengan menurunkan gigi. Hal tersebut perlu diimbangi dengan agar tidak bergerak ke arah yang tidak beraturan.
Tetapi, langkah ini hanya efektif ketika mobil tidak sedang dalam keadaan kencang. Jika sulit, cukup pertahankan arah kemudi supaya tetap lurus ke depan. Ketika mobil sudah melambat, arahkan mobil ke bahu jalan dan tunggu hingga mobil berhenti.
6. Letakkan segitiga pengaman dan pasang ban cadangan
Ketika mobil sudah berada di tepi jalan, letakkan segitaga pengaman dan pasang ban cadangan sebagai langkah antisipasi saat pecah ban. Perhatikan posisi segitiga pengaman agar terpasang dengan jarak aman.
Hal ini dapat menandakan pengendara lain bisa mengetahui bahwa mobil Anda sedang mengganti ban dan tidak kena tabrak dari belakang.***














