Kesehatan
Stunting di Tanah Air Turun tapi Belum Sesuai Target BKKBN

Ilustrasi
FAKTUAL-INDONESIA: Stunting di Tanah Air cenderung turun. Tapi persentasenya belum sesuai target Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Hal itu dikatakan Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Muhammad Rizal. M. Damanik dalam webinar, Selasa (25/1/2022)
Angka prevalensi anak lahir dalam keadaan kerdil (stunting), tuturnya, telah menurun menjadi sebesar 24,4 persen di akhir tahun 2021. Ini merupakan peningkatan bila dibandingkan dengan angka stunting Indonesia pada tahun 2019 yang masih tinggi yakni 27,67 persen.
Meski sudah menurun, angka tersebut masih melewati batas yang bisa ditoleransi oleh Badan Kesehatan Dunia, yakni 20 persen.
“Tentunya dengan adanya pandemi merupakan suatu tantangan buat para keluarga di Indonesia untuk menyiasati soal pandemi, tapi alhamdulillah data menunjukkan 2021 turun jadi 24,4 persen,” kata Rizal.
BKKBN, ujarnya, akan membuat rencana aksi nasional yang diterapkan di seluruh provinsi dalam menangani persoalan gizi, menyasar anak-anak muda menjadi orangtua, orang-orang dewasa kelompok usia subur, ibu hamil dan menyusui serta bayi demi mencegah terjadinya stunting.
BKKBN sebagai pelaksana percepatan penurunan stunting nasional turut bekerjasama dengan pihak swasta dalam program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa/kelurahan sebagai upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi dalam waktu lama dapat mempengaruhi seluruh organ tubuh. Stunting disebabkan faktor kurangnya pengetahuan soal gizi, faktor ekonomi, kebersihan personal, kesehatan lingkungan dan penyakit.
Sementara obesitas dipicu oleh asupan makanan yang tidak dibarengi aktivitas fisik yang sesuai. Obesitas juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, penyakit hingga stres.
Kedua hal itu, kata Rizal, dapat mengganggu pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.***














