Connect with us

Lifestyle

6 Bahan Antibiotik Alami, Mudah Anda Temukan Di Rumah

Diterbitkan

pada

bahan antibiotik alami

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Antibiotik merupakan golongan obat yang digunakan untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. Tidak hanya dari bahan kimia, ada juga bahan antibiotik alami. Antibiotik alami juga bisa menjadi kunci untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri sebagaimana banyak jenis antibiotik yang ada saat ini.

Antibiotik alami biasanya menggunakan tumbuhan tertentu, seperti minyak esensial dan bahkan makanan memiliki sifat antibiotik. Misalnya, beberapa ekstak makanan dan nabati dapat mencegah pertumbuhan bakteri dalam makanan.

Berikut beberapa bahan antibiotik alami yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.

1. Madu

Bahan antibiotik alami yang pertama adalah madu. mdu berupakan salah stau antibiotik tertua yang dicatat dalam sejarah. Orang mesir sering menggunakan madu sebagai antibiotik alami dan pelindung kulit.

Dikutip dari Asian Pasific Journal of Tropical Biomedicine, madu mengandung hidrogen peroksida, yang mungkin menjelaskan beberapa sifat antibakterinya. Ia juga memiliki kandungan gula yang tinggi, yang dapat membantu menghentikan pertumbuhan bakteri tertentu.

Advertisement

Untuk menggunakan madu sebagai antibiotik, oleskan langsung ke area luka atau area yang terinfeksi, ini akan membantu membunuh bakteri dan membantu proses penyembuhan. Jika memungkinkan, pilihlah madu kanuka mentah. Jenis madu ini menawarkan manfaat kesehatan paling banyak.

Baca juga: 10 Manfaat Madu Kelulut bagi Kesehatan, Salah Satunya Mengatasi Peradangan

2. Ekstrak Bawang Putih

Bahan antibiotik alami yang kedua adalah ekstrak bawang putih. Sebuah studi pada tahun 2011, American Society for Microbiology menemukan bawha konsesntrat bawang putih efektif melawan bakteri.

Bawang putih umumnya aman untuk dikonsumsi, tetapi dosis besar dapat menyebabkan pendarahan internal. Dosis sebanyak 2 siung per hari dianggap sebagai dosis aman. Anda juga bisa mengoleskan konsentrat bawang putih langsung ke luka.

Jika anda mengonsumsi langsung suplemen bawang putih, pastikan untuk mengikuti petunjuk dosis yang diberikan. Selain itu, jika anda mengonsumsi pbat pengencer darah, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan bawang putih sebagai antibiotik.

3. Minyak Thyme

Bahan antibiotik alami yang ketiga adalah minyak thyme. Banyak pembersih rumah tangga alami menggunakan minyak essensial thyme. Minyak thyme telah terbukti sangat membantu melawan bakteri yang kebal antibiotik.

Advertisement

Sebelum mengoleskan ke area luka, pastikan untuk mengencerkan minyak esensial dengan minyak lain seperti minyak kelapa dan minyak zaitun. Sebab menerapkan minyak esensial murni ke kulit dapat menyebabkan peradangan dan iritasi.

4. Minyak Oregano

Bahan antibiotik alami yang keempat adalah minyak oregano. Senyawa ini diduga memiliki sifat tarapeutik penting yang selanjutnya mampu mengaktifkan penyembuhan dalam tubuh saat dihirup.

Untuk mengobati infeksi jamur pada kulit, anda bisa menambahkan satu tetes minyak essensial oregano pada satu sendok teh minyak zaitun atau minyak kelapa. Oleskan campuran tersebut pada area yang terluka.

5. Jahe

Bahan antibiotik alami yang kelima adalah jahe. Beberapa penelitian, termasuk yang dipublikasikan pada tahun 2017 di International Journal of Molecular Science telah menunjukkan kemampuan jahe untuk melawan banyak jenis bakteri.

Para peneliti juga mengeksplorasi kekuatan jahe untuk melawan mabuk laut dan mual serta untuk menurunkan kadar gula darah.

Advertisement

Baca juga: 5 Manfaat Jahe Baik untuk Tubuh, Bisa Menurunkan Berat Badan

6. Echinacea

Bahan antibiotik alami yang terakhir adalah echinacea. Echinacea telah digunakan untuk mengobati infeksi selama bertahun-tahun. Penduduk asli Amerika dan para tabibnya telah menggunakan echinacea selama ratusan tahun untuk mengobati infeksi dan luka.

Studi Journal of Biomedicine and Biotechnology melaporkan, ekstrak echinacea purpurea dapat membunuh berbagai jenis bakteri, termasuk Streptococcus pyogenes. S. pyogenes ini bertanggung jawab atas radang tenggrokan.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement