Kesehatan
5 Posisi Tidur Bayi yang Benar, Si Kecil Terbebas dari Segala Risiko!

Ilustrasi bayi tidur telentang (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Bagi para orang tua, posisi tidur bayi sering menjadi pertanyaan, terutama ibu muda. Sebab, posisi tidur bisa memengaruhi kualitas tidur si kecil. Itulah mengapa masalah ini sangat sering dipertanyakan.
Umumnya, orang tua akan menidurkan bayi dengan posisi telentang. Tapi, banyak yang khawatir dengan posisi tidur bayi ini karena kepala si kecil akan menjadi datar di satu sisi atau peyang. Itulah mengapa ibu perlu mengetahui posisi tidur sang buah hati agar ia tetap nyaman dan terbebas bebagai risiko.
Perlu diketahui, posisi tidur yang tidak benar bisa menyebab bayi mengalami kematian mendadak yang sering disebut sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS). Supaya terhindar dari berbagai risiko, bagaimana posisi tidur bayi yang benar?
Baca juga: Inilah 7 Manfaat Menjemur Bayi di Pagi Hari, Ibu Wajib Tahu!
Berikut beberapa posisi tidur bayi yang benar, yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Tidur tengkurap
Posisi tidur bayi yang benar, yang pertama yaitu tidur tengkurap. Bagi para orang tua, hindari bayi tidur dengan posisi ini. Sebab, posisi tengkurap juga bisa meningkatkan risiko terjadinya SIDS karena leher bayi yang masih lemah.
Posisi ini juga bisa meningkatkan risiko bayi bernapas bersama mikroba yang menempel pada sprei karena jaraknya sangat dekat dengan wajahnya. Melansir Sleep Foundation, anak yang sudah berusia di bawah 1 tahun tidak dianjurkan tidur dengan posisi ini.
Namun, jika bayi sudah memasuki usia 12 bulan ke atas, maka sesekali boleh membiarkan anak tidur pada posisi tengkurap sebentar saja dan dalam pengawasan ketat orang tua. Karena, di usia ini leher dan otot-otot pernapasan mereka sudah cukup kuat.
2. Tidur telentang
Posisi tidur bayi yang benar dan terbaik menurut American Academy of Pediatrics (AAP) adalah telentang. Bayi yang tidur dalam posisi ini dinilai mampu menurunkan risiko SIDS dan mencegah bayi agar tidak tersedak saat tidur.
AAP menganjurkan bayi dibiasakan tidur telentang, setidaknya hingga usia satu tahun. Namun, jangan biarkan si kecil tidur dengan posisi ini terlalu, karena ada kemungkinan bayi mengalami plagiocephaly, yakni kondisi bentuk kepala tidak simetris atau kepala peyang.
Supaya terhindari dari plagiocephaly, pindahkan posisi kepalanya dengan sedikit menoleh ke kiri atau kanan secara berkala setiap 1-2 jam. Jangan biarkan posisi kepalanya sama terus-menerus.
3. Tidur menyamping
Saat si kecil tidur telentang, tak jarang mereka akan berubah posisi berubah menjadi miring. Perlu diketahui, posisi tidur bayi yang benar adalah bukan tidur menyamping. Menurut AAP, bahwa tidur dalam posisi miring tidak memberikan manfaat apa-apa bagi bayi, bahkan cenderung tidak aman.
Baca juga: 6 Risiko Memberikan Empeng Pada Bayi, Ibu Wajib Tahu!
Dengan begitu, hal ini mematah kebenaran bahwa bayi tidur menyamping bisa membantu mencegah bayi tersedak, muntah, atau mengalami refluks. Oleh karena itu, posisikanlah kembali bayi ke posisi telentang ketika mereka berubah menyamping.
4. Jauhkan bayi dari benda-benda atau mainan
Menempatkan bayi tidur dekat benda-benda seperti sleep positioner, mainan, bantal dan selimut akan meningkatkan risiko mati lemas secara tidak disengaja dan SIDS.
Menurut FDA, beberapa bayi ditemukan dalam posisi tidur bayi berbahaya di sebelah positioner tempat tidur. Bahkan, ada laporan bayi meninggal setelah ditempatkan dalam salah satu produk tersebut.
Dalam kebanyakan kasus, bayi keluar dari posisi yang telah ditentukan, berguling dan mati lemas karena kekurangan oksigen. Beberapa perusahaan sleep positioner mengklaim bahwa produknya mencegah SIDS. Tetapi FDA mencatat tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim tersebut.
Karena itu, jauhkan benda-benda seperti bantal, selimut, dan mainan dari area tidur bayi untuk mencegah benda-benda tersebut menutupi wajah mereka dan mengganggu pernapasannya.
5. Hindari tidur bersama bayi
Sejumlah orang tua kerap tidur bersampingan dengan bayi dengan alasan supaya lebih mudah ketika mereka menangis di tengah malam. Meski kebiasaan umum, namun mengatur posisi tidur bayi seperti ini tidak anjurkan oleh para dokter. Tentu karena bayi berisiko terjepit dan tertekan jalan napasnya. Bila ingin tidur di kasur yang sama, buatlah penghalang seperti bantal di antara orang tua dan bayi.
Itulah beberapa penjelesan terkait posisi tidur bayi yang baik dan benar. Pastikan bayi tidur dalam posisi yang aman untuk menghindari ketidaknyamanan. Semoga bermanfaat.***













