Internasional
Korea Utara Umukan Kemenangan Atas Covid-19

Korea Utara Umukan Kemenangan Atas Covid-19 (Foto: Associated Press)
FAKTUAL-INDONESIA: Kim Jong Un menyatakan kemenangan Korea Utara atas Covid-19 dan memerintahkan pelonggaran tindakan pencegahan hanya tiga bulan setelah negara itu pertama kali mengakui wabah.
Hal itu diberitakan oleh Kantor Berita Pusat Korea resmi Korea Utara (KCNA) pada hari Kamis (11/8/2022) waktu setempat.
“Perang karantina yang telah lama diderita akhirnya berakhir dan hari ini kami dapat dengan sungguh-sungguh menyatakan kemenangan,” kata Kim Jong Un di hadapan ribuan ilmuwan dan pejabat kesehatan, melansir Financial Times, Jumat (12/8/2022).
Pemimpun Korea Utara kini telah mencabut langkah anti-epidemi maksimum mereka dan ia “bersungguh-sungguh mendeklarasikan kemenangan dalam kampanye anti-epidemi darurat maksimum”.
Baca juga: Kasus Perdana Covid-19 di Korea Utara Terditeksi, Kim Jong Un Lakukan Lockdown
Kendati demikian, Kim juga menyerukan agar negaranya senantiasa menjaga kewaspadaan dan kontrol di daerah perbatasan. Hal tersebut dilakukan mengingat wabah cacar monyet dan varian Covid-19 lainnya masih menyebar secara global.
Sebagaimana diketahui, Korea Utara telah memberlakukan langkah-langkah anti-pandemi sejak bulan Mei untuk mencegah penyebaran penyakit, yang digambarkan Kim Jong-Un sebagai demam akibat kurangnya tes.
Hingga kini, Korea Utara telah melaporkan 4,8 juta kasus demam dari 26 juta populasi mereka. Meski begitu, mereka hanya mengidentifikasi sebagian kecil dari kasus tersebut yang merupakan kasus Covid-19.
Sejauh ini, negara tersebut hanya melaporkan 74 kasus kematian. Hal itu pun dipuji Kim Jong-Un sebagai keajaiban yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca juga: Korea Utara Mengadakan Acara Publik Tanpa Masker Sejak Dinyatakan Darurat Covid-19
Sementara itu, pakar kesehatan internasional kerap mempertanyakan angka penyebaran Covid-19 yang diberikan oleh petinggi negara di Korea Utara. Pasalnya, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebut bahwa situasi di negara tersebut memburuk pada bulan lalu.
Meski begitu, pejabat Korea Utara telah mengklaim perlambatan wabah selama berminggu-minggu terakhir. Mereka mengatakan bahwa tidak ada lagi kasus yang dicurigai sebagai Covid-19 sejak akhir Juli lalu.














