Ekonomi
Menaker: Fahmi Idris Miliki Perhatian Tinggi Terhadap Kompetensi Calon PMI

Fahmi Idris, politisi senior Partai Golkar yang juga mantan Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. (Antaranews.com)
FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Menteri Tenaga Kerja RI periode 1998-1999 dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI periode 2004-2005, Fahmi Idris, yang meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).
Menaker Ida mengatakan bahwa Fahmi, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada 2005-2009, memiliki perhatian yang tinggi terhadap kompetensi calon pekerja migran Indonesia (PMI) dan pelindungan untuk warga Indonesia yang bekerja sebagai PMI.
“Saya sangat berduka atas wafatnya beliau. Beliau memiliki kepedulian terhadap kompetensi calon PMI dan pelindungan bagi mereka,” ujar Menaker Ida melalui keterangan resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang diterima di Jakarta, Minggu.
Dalam penyertaan tersebut, Menaker menyampaikan doa untuk almarhum agar semua amal baiknya diterima Allah SWT. dan segala khilafnya diampuni oleh-Nya.
“Selamat jalan Pak Fahmi. Semoga Allah mengampuni, mengasihi, dan menempatkanmu di tempat yang Allah rida,” ujar Ida.
Sebelumnya, Fahmi Idris dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB dalam usia 78 tahun.
Kabar duka tersebut ditulis oleh anaknya, Fahira Idris, di akun Twitter miliknya pada pukul 10.37 WIB.
Politikus yang pernah menjabat sebagai menteri, baik di era Presiden RI ke-3 B.J. Habibie dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Minggu dan dimakamkan dalam satu liang lahat bersama istri pertamanya Kartini Fahmi Idris Hasan Basri.
Tokoh Nasional
Antaranews.com melansir, Prof. Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo meninggalkan satu orang istri bernama Yenni Fatmawati dan dua orang anak, yaitu Fahira Idris dan Fahrina Fahmi Idris.
Semasa hidupnya, pria kelahiran Jakarta, 20 September 1943 ini pernah bergabung dengan Partai Golkar pada tahun 1984. Ia langsung ikut berkampanye bersama Ali Moertopo dan Abdul Latief di Sumatera Barat.
Fahmi juga menduduki jabatan penting sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada periode pengurusan 1998-2004.
Ia adalah tokoh nasional yang pernah menduduki berbagai peran penting di Indonesia.
Saat menjadi Ketua DPP Golkar, Fahmi menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) dalam Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah pemerintahan Presiden ke-3 BJ Habibie. Fahmi menjabat sebagai Menakertrans pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.
Fahmi kemudian dipercayakan untuk menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu saat masa kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Fahmi lalu menjabat sebagai Menperin sejak 5 Desember 2005 hingga 20 Oktober 2009.
Fahmi juga pernah terpilih menjadi anggota DPR-GR mewakili kalangan mahasiswa serta Ketua Fraksi Golkar di MPR RI.
Selain menjabat di pemerintahan, Fahmi Idris juga berkiprah di bidang bisnis.
Dia mendirikan PT Kwarta Daya Pratama dan spada 1979 sebagai Direktur Utama Kongsi Delapan (Kodel Group).
Kodel Group adalah perusahaan yang didirikan bersama Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, Abdul Latief, dan Pontjo Sutowo.
Kodel mengelola usaha agrobisnis, perdagangan, perbankan, perminyakan, dan hotel. ***













