Ekonomi
Rupiah Jumat 14 Agustus 2026: Makin Perkasa Dipicu Pidato Presiden Prabowo, Fluktuatif Usai Libur Panjang

Nilai tukar rupiah yang dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan makin menguat hingga penetupan setelah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto tentang RAPBN Tahun 2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/Ist)
FAKTUAL INDONESIA: Mata uang rupiah tampil perkasa, Jumat (14/8/2026), dengan menguat sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan akhir pekan ini.
Setelah dibuka menguat 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.873 per dolar Amerika Serikat (AS), Jumat pagi, rupiah makin menguat dipicu oleh pidato kenegaraan dan Rancangan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun 2027, Presiden Prabowo Subianto pada sidang tahun bersama MPR, DPR dan DPD RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.
Tak pelak lagi rupiah mengakhiri perdagangan pekan ini dengan performa positif.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat 50 poin atau 0,28 persen ke level Rp17.827 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan.
Penguatan juga tercatat pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang naik ke posisi 17.836 per dolar AS, membaik dari posisi sebelumnya di level 17.882 per dolar AS.
Penguatan rupiah ini menjadi sinyal segar bagi pasar keuangan domestik jelang libur akhir pekan panjang (long weekend) peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Pasar keuangan Indonesia akan meliburkan kegiatannya pada Senin, 17 Agustus 2026, dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Perdagangan akan kembali dibuka pada Selasa (18/8/2026).
Penguatan mata uang Garuda juga seiring dengan menguatnya sejumlah mata uang Asia di tingkat regional. Untuk wilayah Asia Tenggara, peso Filipina menguat 0,17%, dolar Singapura (0,12%), baht Thailand (0,03%), dan ringgit Malaysia (0,01%). Tingkat Asia, dolar Taiwan naik 0,39%, won Korea Selatan (0,38%), yen Jepang (0,22%), yuan China (0,04%), Rupe India (0,01%). Dolar Hong Kong stabil dengan perubahan 0,00%.
Pendorong Utama Penguatan
Beberapa faktor kunci dari dalam dan luar negeri yang menopang laju rupiah hingga berhasil mendarat di zona hijau:
- Sentimen Positif Pidato Kenegaraan & RAPBN: Pasar merespons positif penyampaian Nota Keuangan dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) oleh Pemerintah di Sidang Tahunan MPR/DPR RI. Target asumsi makro yang realistis menjaga optimisme investor terhadap ketahanan ekonomi nasional.
- Koreksi Indeks Dolar AS (DXY): Mata uang greenback mengalami koreksi teknis setelah rilis data inflasi serta ketenagakerjaan AS yang cenderung melandai. Kondisi ini memberi ruang napas bagi mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, untuk merangkak naik.
- Aliran Modal Masuk (Capital Inflow): Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) terbatas di pasar surat utang maupun saham domestik menjelang libur nasional.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, seperti dikutip dari liputan6, menjelaskan bahwa penguatan rupiah ini dipicu oleh optimisme para pelaku pasar dalam merespons isi pidato RAPBN 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo.
“Rupiah menguat terhadap dolar AS dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) naik oleh respons positif investor pada pidato RAPBN Presiden Prabowo. Saya melihatnya sebagai cautiously positif,” ungkapnya, Jumat.
Dalam pemaparannya, Prabowo menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6%, meningkat dibandingkan asumsi APBN 2026 yang dipatok pada angka 5,4%. Pemerintah juga mematok tingkat inflasi di angka 2,5%, serta defisit anggaran sebesar Rp 671,2 triliun atau setara 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dengan total alokasi belanja negara mencapai Rp 4.097 triliun.
Kemudian disampaikan Prabowo, suku bunga SBN 10 tahun dipatok sebesar 6,9%, nilai tukar rupiah ditargetkan berada pada posisi 17.500 per dolar AS (lebih tinggi dari asumsi APBN 2026 sebesar Rp 16.500 per dolar AS), harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan 75 dolar AS per barel, naik dari posisi sebelumnya 70 dolar AS per barel, lifting minyak mentah ditargetkan 610 ribu barel per hari, sejajar dengan asumsi tahun 2026, lifting gas bumi diproyeksikan sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD), sedikit menyesuaikan dari target sebelumnya 984 ribu BOEPD.
Selain indikator makroekonomi, pemerintah juga memaparkan target indikator kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan ditargetkan turun ke kisaran 6-6,5%, membaik dibandingkan target 2026 yang berada di rentang 6,5-7,5%. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dipatok pada 4,3-4,87%, indeks modal manusia di angka 0,575, serta rasio gini dijaga pada rentang 0,362-0,367.
Menanggapi berbagai asumsi tersebut, Lukman menilai poin-poin yang dipaparkan pemerintah cukup melegakan pasar. “Target pertumbuhan, rupiah, dan defisit masih dapat diterima investor,” ungkap Lukman.
Proyeksi Selasa, 18 Agustus 2026
Para analis dan pengamat pasar uang memproyeksikan pergerakan rupiah pada perdagangan pasca-libur bergerak fluktuatif namun cenderung menguat terbatas di kisaran Rp17.780 – Rp17.860 per dolar AS.
Sementara itu Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures Brahmantya Himawan seperti dilansir Kontan memperkirakan rupiah bergerak sideways dengan bias menguat terbatas. Brahmantya memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.700-Rp 18.000 per dolar AS pada pekan depan.
Faktor yang Perlu Diwaspadai Pekan Depan:
- Sentimen Pasca-HUT RI: Efek pendorong dari pidato nota keuangan diperkirakan masih akan membayangi sentimen pasar di awal pekan.
- Perkembangan Geopolitik Global: Isu geopolitik di Timur Tengah dan dinamika kebijakan suku bunga acuan The Fed masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar.
- Sikap Wait and See Investor: Pelaku pasar global berpotensi mencermati rilis data ekonomi susulan dari Amerika Serikat dan Tiongkok sebelum mengambil keputusan investasi besar.
Ringkasan Perdagangan Rupiah Hari Ini
| Parameter | Data Perdagangan (Jumat, 14 Agustus 2026) |
| Nilai Penutupan | Rp17.827 / USD |
| Perubahan | Menguat 50 Poin (+0,28%) |
| Penutupan Sebelumnya | Rp17.877 / USD |
| Sentimen Utama | Respons Pidato RAPBN 2027 & Melandainya Indeks Dolar AS |
***












