Connect with us

Ekonomi

Pertemuan Menko Airlangga dengan Menteri Inggris, Jepang dan Brasil Perkuat Dukungan untuk Indonesia di PTM OECD

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendapat dukungan terhadap Indonesia dari Inggris, Jepang dan Brasil untuk prose aksesi Indonesia di OECD dalam pertemuan bilateral di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri OECD di Paris, Prancis

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendapat dukungan terhadap Indonesia dari Inggris, Jepang dan Brasil untuk prose aksesi Indonesia di OECD dalam pertemuan bilateral di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri OECD di Paris, Prancis

FAKTUAL INDONESIA:  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terus menerima permohonan pertemuan bilateral dari beberapa negara di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Organization of Economic Co-operation and Development (PTM OECD) atau Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi yang tengah berlangsung di Paris, Prancis.

Melalui komunikasi secara intensif yang dilakukan Menko dengan negara mitra anggota OECD dan internasional lainnya, dukungan terhadap Indonesia untuk bergabung di OECD terus bertambah.

Menko Airlangga selaku Ketua Pelaksana Tim Nasional OECD memasuki hari kedua PTM OECD, di sela-sela kesibukannya, Menko Airlangga bertemu dengan Menteri Negara Inggris Urusan Eropa Nusrat Ghani, di Markas OECD Paris, Jumat (3/5/2024).

Sehari sebelumnya Menko Airlangga juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Ken Saito dan Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira.

Pada rangkaian pertemuan tersebut Menko Airlangga didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan, Sekretaris Kemenko Perekonomian, serta Asdep Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.

Advertisement

Pertemuan-pertemuan intensif yang dilakukan Menko Airlangga dengan mitra dari Inggris, Jepang dan Brasil itu makin memperkokoh dukungan terhadap proses aksesi Indonesia di OECD.

Menteri Ghani merupakan menteri kabinet PM Rishi Sunak keempat yang ditemui oleh Menko Airlangga dalam rangkaian kunjungan kerja ke London dan Paris. Hal ini menunjukkan pentingnya Indonesia di mata Inggris dan komitmen kedua negara untuk terus intensifkan hubungan bilateral, khususnya sektor ekonomi, investasi, dan perdagangan.

Dalam pertemuan tersebut, Inggris menyatakan dukungan terhadap proses aksesi Indonesia di OECD. Menko Airlangga sampaikan bahwa Indonesia telah banyak mengadopsi standar OECD diberbagai sektor, termasuk finansial, karena Indonesia juga merupakan anggota Financial Action Task Force (FATF).

Terkait isu bilateral, Menteri Ghani meminta Indonesia untuk ikut dalam rantai pasok industri otomotif di Inggris melalui kerja sama sektor ekstraktif. Inggris juga mengharapkan partisipasi Indonesia dalam Wilton Park Conference on Critical Minerals yang akan berlangsung di bulan Mei 2024.

Di sisi lain, Indonesia menyoroti pentingnya peningkatan perdagangan bilateral kedua negara. Di sektor pertanian, Menko Airlangga berharap agar Inggris dapat mengedepankan praktik dagang yang inklusif dengan mengikuti standar yang telah ada dan berlaku global, seperti RSPO untuk sektor kelapa sawit. Ditekankan bahwa kelapa sawit adalah sektor strategis dan penting bagi petani sawit kelas kecil (smallholders) yang berjumlah sekitar 2.6 juta orang di Indonesia. Terkait hal ini, Indonesia meminta Inggris untuk menggunakan mekanisme FACT Dialogue untuk mencapai kesepakatan yang bermanfaat bagi para petani dan produsen sawit di Indonesia.

Advertisement

Apresiasi  Jepang

Pada pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Ken Saito di sela-sela PTM OECD di Paris, Kamis (2/5/2024), Menko Airlangga menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Menteri Ken Saito sebagai Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang pada bulan Desember 2023 lalu.

Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas dukungan Jepang dalam proses aksesi OECD Indonesia, dimana pada PTM OECD ini Jepang bertindak selaku ketua. Lebih lanjut, dukungan juga diharapkan dapat diberikan Pemerintah Jepang dalam pelaksanaan kajian dan proses aksesi Indonesia selanjutnya, salah satunya melalui Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

Pertemuan juga membahas mengenai kerja sama di bidang infrastruktur transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC). Jepang mengapresiasi kemitraan dengan Indonesia melalui suksesnya pelaksanaan Pertemuan Pemimpin AZEC (AZEC Leaders Meeting) pada Desember 2023 lalu. Dalam pertemuan tersebut ditindaklanjuti pelaksanaan  3 proyek prioritas transisi energi, yaitu Pembangkit Listrik Geothermal di Muara Laboh, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Legok Nangka, Jawa Barat, dan pengelolaan lahan gambut untuk komoditas pangan di Kalimantan Tengah. Sebagai tindak lanjut, Jepang berencana untuk melaksanakan pertemuan kedua AZEC di Jakarta pada tahun ini.

Menko Airlangga menyambut baik selesainya perundingan substantif Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Menko mendorong agar proses reviu protokol tersebut dapat diselesaikan pada semester pertama 2024.

Advertisement

Menko Airlangga harapkan IJEPA dapat segera diselesaikan untuk menjadi legacy bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perdagangan yang turut mendampingi Menko Airlangga menyampaikan penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan yang memfasilitasi upaya peningkatan ekspor Indonesia-Jepang, salah satunya bagi produk elektronik.

Atasi Kemiskinan

Sementara itu pertemuan Menko Airlangga dengan Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira berlangsung dalam suasana yang sangat akrab di Paris. Menlu Brasil menyampaikan dukungan atas aksesi Indonesia pada OECD sementara Menko Airlangga menyampaikan dorongan semangat atas Presidensi G20 Brasil pada tahun ini. Kedua Menteri membahas berbagai hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara, antara lain melalui sektor energi, pertanian dan perkebunan.

Kedua Menteri juga membahas isu-isu ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan, dimana kedua negara dapat berbagi pengalaman.

“Salah satu program strategis nasional yang sedang menjadi prioritas Indonesia adalah Food Estate. Pemerintah Indonesia juga akan mencanangkan program pembagian makanan dan susu kepada anak-anak sekolah. Lebih lanjut, Indonesia juga terus menerus berupaya untuk pengentasan kemiskinan. Ini memerlukan manajemen yang baik dan technical capabilities yang mumpuni,” tegas Menko Airlangga.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, Menlu Brasil juga berbagi pengalaman tentang populasi masyarakat miskin Brasil yang cukup signifikan, dimana Pemerintah perlu menghidupi dan menjamin ketahanan pangan.

“Indonesia dan Brasil dapat berbagi pengalaman untuk menangani pengentasan kemiskinan di masing-masing negara,” ungkap Menteri Vieira.

Menlu Brasil menyampaikan undangan kiranya Presiden RI dapat menghadiri KTT G20 yang akan diselenggarakan di Brasil. “Kita memiliki kepentingan bersama dalam berbagai sektor kerja sama. Untuk itu, kami mengundang Presiden Indonesia untuk menghadiri KTT G20 di Brasil,” ujar Menlu Vieira.

Sebagai catatan, Indonesia dan Brasil telah menandatangani Bilateral Plan of Action Indonesia-Brasil 2023-2026 pada bulan Mei 2023. Perjanjian ini memfasilitasi penguatan berbagai kerja sama kedua negara pada beberapa bidang prioritas antara lain sustainable agriculture, clean energy, digital economy, dan pengembangan proyek IKN di Indonesia. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement