Ekonomi
Kemenperin Perkuat Industri Halal Nasional Melalui “Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026”

Wamenperin Faisol Riza dalam acara kick off “Halal Indo 2026” di Jakarta, 18 Juni 2026. (Foto : Humas Kemenperin)
FAKTUAL-INDONESIA : Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri halal nasional melalui pengembangan ekosistem halal yang terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah berpartisipasi aktif dalam ajang “Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026” yang akan berlangsung pada 24–27 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan industri halal memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah dunia. Menurutnya, penguatan rantai nilai halal menjadi fondasi utama untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
“Kami terus memacu penguatan rantai nilai halal nasional melalui pengembangan industri hulu hingga hilir, fasilitasi sertifikasi halal, penguatan infrastruktur industri halal, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global,” ujar Faisol dalam acara Kick-off Halal Indo 2026 di Jakarta, seperti dikutip dalam siaran pers Kemenperin Kamis (18/6/2026).
Kemenperin juga tengah meningkatkan kesiapan sektor industri menjelang penerapan “Wajib Halal Tahap II” yang akan berlaku pada Oktober 2026. Berbagai program sosialisasi, pendampingan, bimbingan teknis, serta fasilitasi sertifikasi halal terus digencarkan agar pelaku usaha tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga mampu memanfaatkan sertifikasi halal sebagai instrumen peningkatan daya saing.
Menurut Faisol, tantangan terbesar dalam implementasi kebijakan tersebut adalah luasnya cakupan sektor industri yang wajib bersertifikat halal serta perlunya memastikan kesiapan rantai pasok halal secara menyeluruh.
“Penguatan ekosistem halal nasional menjadi salah satu prioritas utama pemerintah agar pertumbuhan industri halal dapat berlangsung secara berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun global,” katanya.
Selain memperkuat sektor industri besar, Kemenperin juga memberikan perhatian khusus kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM). Melalui berbagai program pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan menghubungkan IKM dengan rantai pasok industri halal yang lebih luas.
Pada penyelenggaraan Halal Indo 2026, Kemenperin akan menghadirkan sejumlah program unggulan, termasuk Paviliun Kemenperin, layanan konsultasi industri halal, business matching P3DN tematik halal, serta Industrial Festival yang ditujukan untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam pengembangan industri halal nasional.
Ajang tersebut juga akan diramaikan dengan penyelenggaraan “Indonesia Halal Industry Awards (IHYA)” yang memberikan penghargaan kepada berbagai pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam inovasi dan pengembangan industri halal.
Sementara itu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo (selaku penyelenggara), Daswar Marpaung menyampaikan Halal Indo 2026 hadir sebagai platform strategis untuk terus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem halal global melalui kolaborasi antara pelaku industri, investor, buyer, regulator, dan komunitas.***














