Ekonomi
Bertemu Mendag UEA, Mendag Busan Dorong Ekspor Produk Halal dan Ekonomi Digital

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso (Busan) bertemu dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi di Gqeberha, Afrika Selatan di sela-sela rangkaian kegiatan Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20. (Kemendag)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso (Busan) dalam pertemuannya dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi membahas peningkatan pemanfaatan Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) yang berlaku sejak 1 September 2023.
“Kami berkomitmen untuk memastikan implementasi Indonesia-UAE CEPA berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kedua negara, terutama dalam mendorong ekspor produk halal, ekonomi digital, dan investasi berkelanjutan,” kata Menag Busan.
Pertemuan kedua menteri berlangsung di Gqeberha, Afrika Selatan di sela-sela rangkaian kegiatan Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga : Mendag Busan Paparkan Kehadirkan 8.045 Buyer dari 130 Negara Bukti TEI Diperhitungkan Dunia
“Saya mengapresiasi komitmen kuat kedua negara dalam mengimplementasikan Indonesia-UAE CEPA. Perjanjian ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja perdagangan Indonesia dengan UEA, dan saya yakin masih banyak potensi yang dapat dimaksimalkan untuk mendorong kerja sama ekonomi yang lebih luas,” ujar Busan.
Busan dan Thani juga meninjau hasil Komite Bersama Indonesia-UAE CEPA yang telah dilaksanakan pada 15–17 Oktober 2024. Komite Bersama ini juga melingkupi Komite Perdagangan Barang, Komite Ekonomi Islam, dan Komite Kerja Sama Ekonomi.
Dalam bagian lain, Menteri Thani mengungkapkan, kesuksesan Indonesia dalam menyelesaikan perjanjian perdagangan yang komprehensif dan progresif, seperti Indonesia-European Union CEPA atau Indonesia–European Free Trade Association (EFTA) CEPA, akan menjadi acuan bagi UEA. Hal ini terutama saat UEA memulai perjanjian dengan beberapa mitra dagang termasuk Uni Eropa, khususnya terkait isu sustainable development.
Baca Juga : Sesi III G20 TIMM di Afsel, Mendag Busan Sampaikan Reformasi WTO Sangat Penting dan Mendesak
Selain itu, kedua menteri membahas perkembangan pembahasan Mutual Recognition Agreement (MRA) terkait bidang halal. Hal ini berhubungan dengan intensi kedua negara untuk membentuk gugus tugas (task force) bersama yang dapat untuk merumuskan mekanisme sertifikasi halal lebih sederhana dan efisien, termasuk di dalamnya pengembangan sistem penelusuran kehalalan (halal traceability)
Mendag Busan juga menyampaikan harapan Indonesia agar UEA, sebagai anggota Dewan Kerja Sama Kawasan Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), dapat mendukung percepatan perundingan Indonesia-GCC Free Trade Agreement (Indonesia-GCC FTA). Perundingan tersebut ditargetkan rampung secara substansial pada akhir 2025.
“Kami berharap dukungan UEA untuk mendorong fleksibilitas dalam isu-isu krusial seperti perdagangan barang dan investasi, sehingga perundingan Indonesia-GCC FTA dapat diselesaikan dengan hasil yang saling menguntungkan,” kata Busan.
Baca Juga : Mendag Busan dan Chairman AFI Bahas Promosi hingga Pengembangan Waralaba Indonesia ke Luar Negeri
Pertemuan diakhiri dengan komitmen kedua Menteri untuk memperkuat kerja sama ekonomi strategis Indonesia-UEA, termasuk dalam bidang perdagangan halal, energi, serta pengembangan ekonomi hijau dan digital. “Kami menyambut baik semangat kolaboratif dari UEA. Kemitraan ini akan menjadi model kerja sama ekonomi modern yang inklusif dan berorientasi masa depan,” pungkas Busan.
UEA merupakan mitra dagang ke-15 tujuan ekspor dan ke-19 asal impor bagi Indonesia. Pada periode Januari—Agustus 2025, total perdagangan Indonesia dan UEA tercatat USD 3,83 miliar dengan ekspor Indonesia sebesar USD USD 2,43 miliar dan impor USD 1,41 miliar. Sementara itu, pada 2024, perdagangan kedua negara mencatatkan nilai sebesar USD 5,07 miliar dengan ekspor Indonesia senilai USD 3,07 miliar dan impor sebesar USD 2,01 miliar. Produk utama ekspor Indonesia ke UEA meliputi perhiasan, minyak kelapa sawit, kendaraan bermotor, tekstil, serta kertas, sedangkan impor utama dari UEA meliputi minyak dan gas bumi, emas, serta aluminium. ***














